Sidang Pembunuhan Jamal Khashoggi Digelar In-Absentia di Turki

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 03 Jul 2020 16:41 WIB
Turki sebut Jamal Khashoggi tewas dicekik lalu dimutilasi
Jamal Khashoggi (BBC World)
Istanbul -

Sidang kasus pembunuhan wartawan senior Arab Saudi, Jamal Khashoggi, mulai digelar di Istanbul, Turki. Persidangan untuk 20 terdakwa asal Saudi, termasuk dua mantan penasihat Putra Mahkota Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman (MBS) ini, digelar secara in-absentia.

Seperti dilansir AFP, Jumat (3/7/2020), Khashoggi dikenal sebagai wartawan yang kritis terhadap pemerintah Saudi, sebelum dia tewas dibunuh di dalam Konsulat Saudi di Istanbul pada 2 Oktober 2018. Khashoggi yang menjadi penulis untuk The Washington Post ini, mengunjungi Turki untuk mengurus dokumen yang dibutuhkan untuk menikahi tunangannya yang warga Turki, Hatice Cengiz.

Turki menyelidiki kasus ini dan menjeratkan dakwaan terhadap 20 warga Saudi yang diyakini terlibat dalam pembunuhan itu. Para terdakwa itu telah meninggalkan Turki dan kembali ke negara asalnya, sehingga sidang digelar secara in-absentia atau tanpa kehadiran terdakwa.

Para terdakwa dalam kasus ini didakwa atas 'tindak pembunuhan dengan sengaja dan secara mengerikan, yang menyebabkan siksaan'. Jaksa Turki telah menerbitkan surat perintah penangkapan untuk para terdakwa.

Jaksa-jaksa Turki mengklaim Wakil Kepala Intelijen Saudi, Ahmed al-Assiri dan penasihat media untuk Kerajaan Saudi, Saud al-Qahtani memimpin operasi dan memberikan pemerintah terhadap tim pembunuh asal Saudi. Keduanya merupakan mantan penasihat MBS.

Tunangan Khashoggi, Cengiz, hadir dalam sidang bersama Pelapor Khusus PBB untuk eksekusi di luar hukum, Agnes Callamard, yang secara langsung mengaitkan MBS dengan pembunuhan itu. Yasin Aktay, teman dekat Khashoggi dan penasihat untuk Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, juga hadir dalam persidangan.

Cengiz berharap agar persidangan ini 'mengungkap keberadaan jenazah Jamal, bukti terhadap para pembunuhnya dan bukti tentang pihak-pihak yang ada di balik pembunuhan mengerikan itu'.

Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam Konsulat Saudi di Istanbul. Hingga kini, jenazahnya tidak diketahui keberadaannya.

Otoritas Saudi menyebut pembunuhan Khashoggi sebagai 'operasi' luar. Sidang tertutup telah digelar dan berakhir di Saudi pada Desember tahun lalu, dengan lima terdakwa yang tak disebut identitasnya, dihukum mati. Dua mantan penasihat MBS, Assiri dan Qahtani, dibebaskan dari dakwaan. Pada Mei lalu, anak-anak Khashoggi menyatakan mereka memaafkan para pembunuh ayahnya, langkah yang diperkirakan akan mengizinkan pemerintah Saudi memberikan pengampunan bagi lima terpidana mati kasus ini di Saudi.

(nvc/ita)