Round-Up

Diloloskan China, UU Keamanan Nasional di Hong Kong Jadi Nyata

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 21:01 WIB
Police detain protesters after a protest in Causeway Bay before the annual handover march in Hong Kong, Wednesday, July. 1, 2020. Hong Kong marked the 23rd anniversary of its handover to China in 1997, and just one day after China enacted a national security law that cracks down on protests in the territory. Hong Kong police said on Facebook they had arrested over 30 people on various charges, from unlawful assembly to the violation of a national security law on the first day of the law. (AP Photo/Kin Cheung)
Foto: Warga yang memprotes UU Keamanan baru Hong Kong ditangkap (AP Photo/Kin Cheung)
Hong Kong -

Undang-undang Keamanan Nasional baru Hong Kong yang diloloskan oleh China benar-benar menjadi kenyataan. Sudah ada sejumlah orang yang ditangkap dengan memakai UU kontroversial ini.

Seperti dilansir dari AFP, Rabu (1/7) polisi Hong Kong mengatakan setidaknya tujuh orang ditangkap berdasarkan UU Keamanan baru yang mulai berlaku Selasa (30/6) malam waktu setempat.

Langkah ini dipandang sebagai perubahan paling signifikan sejak Hong Kong meninggalkan pemerintahan Inggris pada tahun 1997. Para kritikus menilai UU ini sebagai ancaman langsung terhadap kebijakan "satu negara, dua sistem" yang memberi Hong Kong peningkatan kebebasan demokrasi.

Polisi Hong Kong mengatakan mereka telah menangkap total lebih dari 180 orang demonstran karena melanggar larangan berdemonstrasi dan pelanggaran lainnya pada hari Rabu (1/7).

Polisi menggunakan senjata tembakan merica dan meriam air untuk membubarkan para demonstran. Polisi juga mengatakan satu petugas telah terluka karena ulah pengunjuk rasa dan yang lain telah membakar barikade sembari menghalangi lalu lintas.

Peringatan penyerahan Hong Kong ke China telah menjadi kesempatan tahunan bagi para pengunjuk rasa untuk melakukan unjuk rasa menentang apa yang mereka lihat sebagai perambahan China yang semakin meningkat terhadap kebebasan kota tersebut.

Izin resmi untuk aksi protes itu ditolak untuk pertama kalinya tahun ini karena pandemi virus Corona. Tetapi larang demo ini tidak menghalangi kerumunan besar demonstran damai.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3