Pembunuhan Penyanyi Picu Aksi Demo di Ethiopia, 81 Orang Tewas

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 12:54 WIB
Menjelang pemakaman Hachalu Hundessa (AFP Photo)
Foto: Menjelang pemakaman Hachalu Hundessa (AFP Photo)

Pada hari Rabu (1/7), kekerasan terburuk terjadi di kampung halaman Hachalu di Ambo, sebelah barat Addis Ababa.

Inti dari amuk massa ini adalah keinginan nasionalis Oromo agar Hachalu dimakamkan di Addis Ababa -- secara historis di pusat wilayah mereka.

Hal itu adalah rencana pemerintah federal untuk memperluas ibu kota ke sekitar Oromia yang memicu protes anti-pemerintah selama bertahun-tahun, yang membawa Perdana Menteri Abiy Ahmed ke tampuk kekuasaan pada 2018, dan menjadi Oromo pertama yang memegang jabatan itu.

Juru bicara Ambo Milkessa Beyene mengatakan bahwa jenazah Hachalu telah tiba di kota untuk dimakamkan pada hari Kamis (2/7). Namun, "sekelompok pemuda yang ingin pemakaman digelar di Addis Ababa, bentrok dengan pasukan keamanan dan menyebabkan kerusuhan."

Kepala polisi Oromia Ararsa mengatakan "ada serangan granat di rumah keluarga Hachalu Hundessa di Ambo. Serangan granat itu menewaskan pamannya dan melukai dua petugas polisi."

Dia mendesak masyarakat agar tenang menjelang pemakaman Hachalu.

Halaman

(rdp/ita)