Tulisannya Menginspirasi Demonstrasi, Jurnalis di Iran Dihukum Mati

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 17:23 WIB
Demonstrasi 2017, Iran (AP Photo)
Foto: Demonstrasi 2017, Iran (AP Photo)

Zam dapat mengajukan banding atas hukumannya, yang dikeluarkan oleh Pengadilan. Nama pengacara yang membelanya dalam sidang belum diketahui.

Zam telah menjalankan situs web bernama AmadNews yang memposting video dan informasi memalukan tentang pejabat Iran. Dia menyoroti tulisannya pada saluran di Telegram, aplikasi pesan aman yang tetap sangat populer di kalangan orang Iran.

Percikan awal untuk demonstrasi 2017 adalah lonjakan tiba-tiba harga makanan. Banyak yang percaya bahwa lawan garis keras Presiden Iran Hassan Rouhani menghasut demonstrasi pertama di kota konservatif Mashhad di Iran timur, mencoba mengarahkan kemarahan publik pada presiden. Tetapi ketika protes menyebar dari kota ke kota, serangan balik berbalik melawan seluruh kelas yang berkuasa.

Dalam demonstrasi tahun 2017 itu, dilaporkan ada sekitar 5.000 orang ditahan dan 25 lainnya tewas.

Zam adalah putra ulama Syiah Mohammad Ali Zam, seorang reformis yang pernah menjabat dalam posisi kebijakan pemerintah pada awal 1980-an. Sang ulama menulis surat yang diterbitkan oleh media Iran pada Juli 2017 di mana dia mengatakan dia tidak akan mendukung putranya atas pelaporan dan pesan AmadNews di saluran Telegram-nya.

Halaman

(rdp/nvc)