Dianggap Pembela Perbudakan, Patung Wapres ke-7 AS Akan Dipindahkan

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Rabu, 24 Jun 2020 13:09 WIB
Patung Wakil Presiden ketujuh AS John C. Calhoun akan dipindahkan karena dianggap sebagai simbol perbudakan (AP Photo)
Foto: Patung Wakil Presiden ke-7 AS, John C. Calhoun, akan dipindahkan karena dianggap sebagai simbol perbudakan (AP Photo)

Untuk diketahui, Calhoun mendukung perbudakan semasa dia hidup dan menjabat. Sekitar 40% orang Afrika yang diperbudak dan dibawa ke Amerika Utara datang melalui kota pelabuhan Charleston. Kota Charleston secara resmi meminta maaf pada tahun 2018 atas perannya dalam perdagangan budak.

Dalam resolusinya, kota itu mengatakan patung itu, yang didirikan sejak 1898, "dipandang oleh banyak orang sebagai sesuatu selain peringatan atas pencapaian penduduk asli South Carolina, tetapi lebih sebagai simbol memuliakan perbudakan dan dengan demikian, pengingat menyakitkan dari sejarah perbudakan di Charleston. "

Dukungan Calhoun terhadap perbudakan tidak pernah goyah. Dia mengatakan dalam beberapa pidato di lantai Senat AS pada tahun 1830-an silam bahwa para budak di wilayah selatan lebih baik daripada orang kulit hitam bebas di wilayah utara, sembari menyebut perbudakan sebagai "barang positif."

Gelombang aksi yang dipicu oleh kematian warga kulit hitam, George Floyd, di tangan polisi Minnesota terus berlanjut. Para demonstran ramai-ramai menginginkan patung-patung yang menjadi simbol kolonialisme dan rasialisme dirobohkan atau dipindahkan.

Halaman

(rdp/nvc)