Isi Buku Heboh John Bolton: Trump Minta Bantuan China hingga Soal Uighur

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 13:12 WIB
President Donald Trump speaks in an address to the nation from the Oval Office at the White House about the coronavirus Wednesday, March, 11, 2020, in Washington. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)
Foto: Presiden AS Donald Trump (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)

6. Mike Pompeo Mengejek Trump di Belakang

Dari apa yang telah dilaporkan, sepertinya buku Bolton memberikan salah satu wawasan paling jelas tentang keputusasaan para pejabat tinggi Trump di belakang layar.

Dalam satu contoh yang diberikan oleh New York Times, Bolton mengklaim dia menerima catatan dari Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, setelah pertemuan Trump 2018 dengan Kim Jong-un Korea Utara, yang menyebut "Dia (Trump) sangat penuh omong kosong."

Di atas semua ini, Pompeo juga diduga mengatakan sebulan kemudian bahwa upaya diplomatik Trump dengan Korea Utara memiliki "probabilitas nol keberhasilan".

7. Trump Mengira Finlandia adalah bagian dari Rusia

Buku Bolton membongkar beberapa lubang besar Trump dalam pengetahuannya. Dalam satu contoh, Bolton mengatakan Trump sepertinya tidak memiliki pengetahuan dasar tentang Inggris.

Trump disebut pernah bertanya kepada mantan perdana menteri Inggris, Theresa May: "Oh, apakah Anda seorang tenaga nuklir?". Selain itu, Bolton juga menulis bahwa Trump pernah bertanya apakah Finlandia adalah bagian dari Rusia, dan berulang kali mencampuradukkan presidennya saat ini dan mantan presiden Afghanistan.

8. Trump Ingin Menyerang Venezuela Agar Tampak Keren

Menurut Washington Post, Bolton juga menulis dalam bukunya bahwa Trump mengatakan bahwa menyerang Venezuela akan terlihat "keren", dan bahwa negara itu "benar-benar bagian dari Amerika Serikat".

Tonton juga video 'Pakai Simbol Nazi, Iklan Kampanye Donald Trump Dihapus Facebook':

Halaman

(rdp/rdp)