Isi Buku Heboh John Bolton: Trump Minta Bantuan China hingga Soal Uighur

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 19 Jun 2020 13:12 WIB
President Donald Trump speaks in an address to the nation from the Oval Office at the White House about the coronavirus Wednesday, March, 11, 2020, in Washington. (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)
Foto: Presiden AS Donald Trump (Doug Mills/The New York Times via AP, Pool)
Jakarta -

Buku memoar berjudul 'The Room Where It Happened' karya mantan penasihat keamanan nasional AS, John Bolton membuat publik heboh. Buku itu membongkar rahasia-rahasia pemerintahan Presiden AS Donald Trump yang tak terekspos. Berikut ini beberapa poin kontroversial dalam buku tersebut.

Sebagaimana diketahui, John Bolton dipecat Trump pada September 2019 lalu karena pandangannya yang hawkish (suka menyerang negara lain). Seperti dilansir AFP, Rabu (11/9/2019), Trump mengumumkan pemecatan Bolton ini via Twitter pada Selasa (10/9) waktu setempat. Disebutkan Trump bahwa dirinya sangat tidak setuju dengan Bolton untuk beberapa kebijakan.

"Saya meminta John untuk mengundurkan diri, yang telah diajukan kepada saya pagi ini," tulis Trump dalam pernyataan via Twitter. Ditambahkan Trump bahwa pengganti Bolton akan diumumkan pekan depan.

Diketahui bahwa Bolton merupakan pejabat keempat yang menjabat Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun terakhir. Secara terpisah, Bolton menyebut Trump tidak memecat dirinya dan bersikeras menyebut dirinyalah yang berinisiatif mengundurkan diri.

"Saya menawarkan diri untuk mengundurkan diri semalam dan Presiden Trump mengatakan, 'Mari kita bicarakan itu besok'," tegas Bolton juga via Twitter.

Berbulan-bulan kemudian, Bolton pun menulis buku memoar berjudul 'The Room Where It Happened'. Buku itu berisi rahasia pemerintahan Trump yang didapatkan Bolton saat masih menjadi penasihat. Berikut ini beberapa poin buku itu yang dirangkum oleh The Guardian:

1. Trump Meminta Bantuan China Agar Menang Pilpres AS 2020

Menurut isi buku Bolton yang diterbitkan oleh Wall Street Journal, Trump meminta China untuk menggunakan kekuatan ekonominya untuk membantunya memenangkan pemilihan kedua.

Dalam satu contoh, Trump dan Presiden Xi Jinping sedang mendiskusikan permusuhan dengan China di AS. "Trump kemudian, secara menakjubkan, mengalihkan pembicaraan ke pemilihan presiden AS mendatang, menyinggung kemampuan ekonomi China dan memohon kepada Xi untuk memastikan dia menang," tulis Bolton.

2. Trump Mendukung Gagasan Penghapusan Batasan Masa Jabatan Presiden

Trump juga tampaknya mendukung gagasan Xi untuk menghilangkan batasan masa jabatan presiden. "Xi mengatakan dia ingin bekerja sama dengan Trump selama enam tahun lagi, dan Trump menjawab bahwa batas konstitusional dua periode masa jabatan presiden harus dicabut untuknya," tulis Bolton.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3