Round-Up

Imbas Demo George Floyd Bikin Patung Dianggap Simbol Perbudakan Kena Libas

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 11 Jun 2020 22:31 WIB
Kematian George Floyd picu gelombang protes anti-rasisme. Sejumlah patung tokoh terkenal pun jadi sasaran vandalisme saat gelaran aksi protes itu berlangsung.
Foto: Patung yang jadi simbol kolonialisme dilibas (AP Photo)
London -

Gelombang demonstrasi yang dipicu oleh kematian George Floyd menyebar di seluruh dunia. Imbasnya, patung-patung yang dianggap sebagai simbol perbudakan pun turut dilibas.

Setidaknya, peristiwa pengerusakan patung-patung ini terjadi di Amerika Serikat dan Eropa.

Seperti dilansir BBC, Senin (8/6/2020) patung seorang pedagang budak di Bristol dirobohkan dan dilemparkan ke pelabuhan dalam hari kedua unjuk rasa menentang rasisme di Inggris.

Peristiwa terjadi setelah demonstrasi yang sebagian besar berjalan damai sepanjang akhir pekan diwarnai beberapa bentrokan dengan polisi.

Pada hari Minggu malam, polisi di pusat kota London mengeluarkan perintah pembubaran untuk Kota Westminster, memaksa khalayak untuk meninggalkan wilayah itu setelah kerusuhan.

Boris Johnson mengirim twit yang mengatakan bahwa aksi protes telah "dirusak oleh premanisme".

Aksi protes umumnya berjalan damai. Rekaman udara menunjukkan ribuan demonstran membanjiri jalan-jalan di luar kedutaan AS di Vauxhall, London selatan, sebelum bergerak menuju Parliament Square dan Downing Street.

Namun ada beberapa gangguan, yang berakibat 12 penangkapan di London sebagian besar untuk pelanggaran ketertiban umum dan satu untuk kerusakan kriminal. Delapan petugas terluka, kata polisi.

Polisi bergumul dengan demonstran dalam unjuk rasa Black Lives Matter di London pusat.EPAKepolisian Kota London mengeluarkan perintah pembubaran pada Minggu malam, memaksa khalayak untuk pergi dari wilayah itu.

Inspektur Polisi Metropolitan Jo Edwards mengatakan bahwa menyusul "aksi protes yang sebagian besar berjalan damai" di ibu kota, para petugas berhadapan dengan "adegan kekerasan dan kekacauan" lebih lanjut yang "sepenuhnya tidak dapat diterima".

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4