Mantan Menlu AS Colin Powell Sebut Trump Telah Menjauh dari Konstitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 08 Jun 2020 12:53 WIB
Former US secretary of state Colin Powell (PressTV/file photo)
Colin Powell (PressTV/file photo)
Washington DC -

Seorang mantan komandan militer Amerika Serikat (AS) mengkritik Presiden Donald Trump yang disebutnya telah menjauh dari Konstitusi AS. Para politikus Republikan juga dituduh gagal meminta pertanggungjawaban Trump.

Seperti dilansir AFP, Senin (8/6/2020), kritikan itu dilontarkan oleh Colin Powell yang merupakan pensiunan jenderal militer bintang empat yang pernah menjadi Komandan Pasukan Angkatan Darat AS dan menjabat Kepala Staf Gabungan AS serta menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) AS di bawah presiden-presiden Republikan AS.

Dalam pernyataan kepada CNN, Powell mengecam Trump dengan menyebutnya sebagai bahaya untuk demokrasi. Powell menyebut kebohongan dan penghinaan yang dilontarkan Trump telah mengecilkan Amerika di mata dunia.

"Kita memiliki Konstitusi. Kita harus mematuhi Konstitusi itu. Dan presiden telah menjauh dari itu," sebut Powell merujuk soal Trump.

Powell menjadi salah satu dari serentetan pensiunan militer AS yang mengkritik Trump secara terang-terangan. Diketahui bahwa Trump dikritik habis-habisan terkait caranya menangani unjuk rasa besar-besaran yang memprotes rasialisme dan kebrutalan polisi, yang marak di AS setelah kematian seorang pria kulit hitam bernama George Floyd di tangan polisi Minneapolis pada 25 Mei lalu.

Titik puncak di kalangan pensiunan militer AS tampaknya terjadi pekan lalu, saat Trump mengancam akan mengerahkan tentara AS yang masih aktif untuk membubarkan demonstran di berbagai wilayah AS. Ancaman Trump ini memicu konfrontasi dengan kepemimpinan Pentagon atau Departemen Pertahanan AS.

Di antara pensiunan militer terkemuka AS yang mengkritik Trump terdapat Jim Mattis yang merupakan mantan Menteri Pertahanan AS pada era Trump. Mattis yang pensiunan jenderal Marinir AS ini menuduh Trump secara sengaja memecah belah rakyat Amerika dan melakukan 'penghinaan terhadap Konstitusi' AS.

Kritikan dari Powell memiliki kekuatan khusus, mengingat dia mencetak sejarah sebagai Kepala Staf Gabungan AS keturunan Afrika-Amerika yang pertama dan satu-satunya. Dia juga mencetak sejarah sebagai Menteri Luar Negeri AS pertama dari kulit hitam. Dia menjabat di bawah dua presiden Republikan, yakni George HW Bush dan George Bush, secara berurutan.

Dalam komentarnya, Powell yang kini seorang Republikan ini juga mengecam para Senator Republikan karena tidak menegur Trump. "Kita ada di titik balik," ucapnya.

"Dia berbohong soal banyak hal. Dan dia lolos dari itu karena orang-orang tidak memintanya bertanggung jawab," tegas Powell merujuk pada Trump.

Tonton juga video 'Pesan PM Inggris ke Trump Soal George Floyd':

(nvc/ita)