Polisi AS Tembak Mati Pemuda yang Dikira Bawa Senjata Api

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 15:41 WIB
A woman holds up a sign during a demonstration in Los Angeles, Friday, May 29, 2020, in protest over the death of George Floyd, who died in police custody on Memorial Day in Minneapolis. (AP Photo/Christian Monterrosa)
Ilustrasi -- Penembakan terjadi saat polisi menindaklanjuti laporan penjarahan yang masih berkaitan dengan unjuk rasa memprotes kematian George Floyd di California (AP Photo/Christian Monterrosa)
California -

Seorang pemuda berusia 22 tahun di San Francisco, California, Amerika Serikat (AS) tewas ditembak polisi setelah keliru dikira membawa senjata api. Penembakan terjadi saat polisi menindaklanjuti laporan penjarahan yang masih berkaitan dengan unjuk rasa memprotes kematian George Floyd.

Seperti dilansir Associated Press dan media lokal ABC7News, Kamis (4/6/2020), objek yang diduga senjata api itu belakangan diketahui ternyata sebuah palu sepanjang 15 inch atau sekitar 38 cm. Pemuda bernama Sean Monterrosa (22) ini dikonfirmasi sebagai kematian pertama di tangan penegak hukum AS yang berkaitan dengan aksi penjarahan saat unjuk rasa besar-besaran digelar di California, sejak Floyd tewas di tangan polisi pada 25 Mei lalu.

Insiden ini memicu seruan baru terhadap kebrutalan polisi. Dalam konferensi pers, Kepolisian Vallejo -- yang menjadi lokasi penembakan -- dihujani kritikan soal tindakan para personelnya. Kepala Kepolisian Vallejo, Shawny Williams, menyebut anak buahnya sedang menindaklanjuti laporan soal aksi penjarahan di area Walgreens pada Selasa (26/5) dini hari, sekitar pukul 01.00 waktu setempat, saat penembakan fatal itu terjadi.

Setibanya di lokasi, polisi menghadapi belasan orang di area parkir. Salah satu dari mereka bahkan dilaporkan menabrakkan kendaraannya ke salah satu mobil polisi. Beberapa polisi di lokasi memergoki Monterrosa sedang berlari keluar dari salah satu gedung yang menjadi lokasi penjarahan. Disebutkan Williams bahwa Monterrosa pada saat itu terlihat hendak masuk ke dalam salah satu mobil untuk kabur dari lokasi, namun dia berubah pikiran.

"Individu ini tampaknya berlari menuju sebuah sedan warna hitam, tapi tiba-tiba berhenti lalu mengambil posisi berlutut dan menempatkan tangannya di atas pinggangnya, menunjukkan apa yang tampak seperti gagang pistol, penyelidikan lebih lanjut mengungkapkan bahwa senjata itu adalah sebuah palu sepanjang 15 inch yang diselipkan ke dalam kantong bajunya," tutur Williams dalam konferensi pers.

Salah satu polisi yang ada di lokasi melepaskan tembakan sebanyak 5 kali ke arah Monterrosa, yang pada saat itu diyakini bersenjata api. Tembakan dilepaskan dari dalam mobil polisi, menembus kaca jendela mobil. Salah satu tembakan itu mengenai dan menewaskan pemuda berusia 22 tahun ini.

"Mereka (polisi) mendatangi Walgreens dengan niat untuk menghentikan penjarahan dan menangkap setiap pelakunya jika diperlukan. Petugas bereaksi terhadap ancaman yang dirasakan," ucap Williams soal insiden itu.

Tonton video 'Demo Kematian George Floyd di Inggris Berujung Ricuh':