PM Inggris Kutuk Pembunuhan George Floyd, Kirim Pesan Ini untuk Trump

Rita Uli Hutapea - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 12:53 WIB
Aksi unjuk rasa yang memprotes perlakuan oknum polisi AS terhadap George Floyd hingga berujung kematian terjadi di berbagai negara dunia. Berikut potretnya.
Foto: AP Photo

Tetapi mereka mengimbau agar orang-orang di Inggris "bekerja sama dengan para polisi" saat aksi-aksi protes marak ketika lockdown (penguncian) Corona mulai dilonggarkan.

"Hak untuk melakukan protes secara sah adalah bagian penting dari setiap demokrasi, yang dijunjung dan difasilitasi oleh polisi Inggris," kata para kepala kepolisian tersebut dalam pernyataan mereka.

"Tetapi virus Corona tetap merupakan penyakit mematikan dan masih ada pembatasan untuk mencegah penyebarannya, yang termasuk tidak berkumpul di luar dalam kelompok lebih dari enam orang," imbuh mereka.

Sementara itu, unjuk rasa memprotes kematian George Floyd terus berlanjut di Inggris. Ribuan orang turun ke jalanan London untuk ikut serta dalam aksi solidaritas untuk pubik Amerika Serikat (AS) tersebut, pada Rabu (3/6) waktu setempat.

Seperti dilansir AFP, Kamis (4/6/2020), para demonstran di London, yang kebanyakan memakai masker, membawa poster-poster bertuliskan 'Keadilan untuk George Floyd' dan 'Sudah cukup!' saat melakukan long-march dari Taman Hyde menuju distrik pemerintahan Whitehall di London bagian tengah.

Sejumlah demonstran sempat terlibat bentrok dengan polisi yang berjaga di luar kantor Perdana Menteri (PM) Inggris di Downing Street. Beberapa demonstran lainnya berhenti dan melakukan aksi berlutut bersama saat kerumunan demonstran bergerak menuju Kedutaan Besar AS di London. Mereka membawa spanduk bertuliskan 'Black Lives Matter' dan mengangkat kepalan tangan ke atas.

"Saya ada di sini karena saya meyakini hak saya sebagai warga kulit hitam. Ini pergerakan yang penting," ucap salah satu demonstran, Lisa Ncuka (26), yang seorang mahasiswa.

"Setiap orang seharusnya ada di sini berjuang untuk kesetaraan. Ini bukan hanya persoalan AS. Ini persoalan seluruh dunia dan kita perlu bersama-sama dan menyebarkan kesadaran ini," imbuhnya.

Halaman

(ita/ita)