Black Lives Matter vs All Lives Matter, Mana yang Benar?

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 02 Jun 2020 16:50 WIB
People take part in a rally for the Black Lives Matter movement at Justin Herman Plaza in San Francisco, California on July 8, 2016.
About 1,000 people marched along Market Street to City Hall to denounce recent police shootings around the country. / AFP PHOTO / Josh Edelson
Ilustrasi (AFP PHOTO/Josh Edelson)
Jakarta -

Slogan black lives matter disuarakan banyak orang sebagai bentuk solidaritas atas kematian pria kulit hitam di Amerika Serikat, George Floyd. Namun narasi tandingan juga ada, yakni all lives matter.

Terpantau di Google Trends, Selasa (2/6/2020), pencarian dengan kata 'black lives matter' melambung sejak akhir Mei di seluruh dunia. Sama halnya dengan pencarian 'all lives matter', momennya juga naik sejak akhir Mei, meskipun jauh lebih sedikit.

Momen ini mengiringi kematian George Floyd di bawah lutut polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di Minneapolis, Minnesota, Amerika Serikat (AS), pada 25 Mei 2020. Tagar-tagar terkait black lives matter dan all lives matter digunakan warganet dari berbagai negara, baik di Twitter, Instagram, maupun Facebook.

Akun resmi Twitter bahkan mencantumkan tagar #BlackLivesMatter sampai berita ini ditulis. Bos Facebook Mark Zuckerberg menyumbang USD 10 juta kepada kelompok-kelompok yang bekerja demi keadilan rasial. Black lives matter juga digemakan oleh Netflix.

Black lives matter, atau bahasa Indonesia-nya adalah 'kehidupan orang kulit hitam itu penting' merupakan slogan yang muncul bukan kemarin saja, melainkan sudah sejak beberapa tahun lalu.

Dilansir The Guardian, gerakan The Black Lives Matter atau disingkat sebagai BLM dimulai pada 2013 oleh Alicia Garza, Patrisse Cullors, dan Opal Tometi. Saat itu ada kasus bernuansa rasial yakni pembunuhan remaja kulit hitam AS bernama Trayvon Martin oleh George Zimmerman, pada 2012. Selanjutnya, terjadi kematian dua orang kulit hitam di AS yakni Michael Brown dan Eric Garner di tangan polisi, pada 2014. Gerakan BLM menjadi yayasan di AS, Inggris, dan Kanada.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3