Untuk memerangi virus Corona, otoritas Turki memberlakukan perintah tetap di rumah setiap akhir pekan, menghentikan sebagian besar perjalanan antarkota besar, menutup restoran dan sekolah, serta menyegel sebagian besar perbatasannya.
Namun beberapa waktu terakhir, otoritas Turki mulai melakukan pelonggaran setelah penyebaran virus Corona dilaporkan melambat. Otoritas Turki bertujuan menormalkan kembali kehidupan warga hingga Agustus.
Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/5/2020), layanan kereta api antarkota mulai beroperasi lagi pada Kamis (28/5) pagi waktu setempat. Sebuah rangkaian kereta tampak meninggalkan ibu kota Ankara menuju Istanbul, untuk pertama kalinya sejak dihentikan sementara pada 28 Maret lalu.
Rangkaian kereta dengan rute Ankara-Istanbul ini akan melakukan 16 perjalanan setiap hari. Namun, setiap warga yang berusia 20 tahun ke bawah dan 65 tahun ke atas belum diperbolehkan bepergian dengan kereta.
Menteri Transportasi Turki, Adil Karaismailoglu, menyatakan bahwa layanan kereta itu akan beroperasi dengan kapasitas hanya separuhnya, tanpa adanya kenaikan harga tiket. Ditambahkan Karaismailoglu bahwa setiap penumpang akan dipantau untuk gejala-gejala virus Corona.
"Penumpang yang menunjukkan gejala-gejala COVID-19 dalam perjalanan, akan dibawa ke ruang isolasi di dalam kereta dan diserahkan kepada otoritas kesehatan di stasiun pertama yang layak," ujar Karaismailoglu kepada wartawan setempat.
Pemulihan layanan kereta ini dilakukan setelah pencabutan perintah tetap di rumah selama 4 hari yang diberlakukan secara nasional saat libur Idul Fitri. Perintah itu dicabut pada Selasa (26/5) tengah malam.
Sejauh ini, virus Corona telah menginfeksi nyaris 160 ribu orang di Turki, dengan lebih dari 4.400 orang meninggal dunia. (nvc/tor)











































