Trump Akan Teken Perintah Eksekutif Soal Perusahaan Media Sosial

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 28 Mei 2020 11:56 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi kasus corona di AS akan berakhir pada bulan Juli. Kok bisa?
Donald Trump (AP Photo)
Washington DC -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menandatangani perintah eksekutif soal perusahaan-perusahaan media sosial (medsos). Hal ini dilakukan setelah Trump mengancam akan menutup perusahaan medsos yang dituduhnya membungkam suara-suara konservatif.

Seperti dilansir Reuters, Kamis (28/5/2020), rencana penandatanganan perintah eksekutif ini disampaikan oleh sejumlah pejabat Gedung Putih yang enggan disebut namanya. Penandatanganan perintah eksekutif itu disebut akan dilakukan Trump pada Kamis (28/5) waktu AS.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal isi perintah eksekutif Trump itu. Tidak diketahui pasti bagaimana Trump akan mewujudkan ancamannya menutup perusahaan swasta termasuk Twitter Inc. Belum ada tanggapan dari pihak Twitter terkait ancaman itu.

Kegeraman Trump pada perusahaan medsos mencuat setelah dua cuitannya soal surat suara via pos bisa memicu pemilu curang pada Selasa (26/5) waktu setempat, diberi label 'tidak berdasar' dan dituduh sebagai klaim palsu oleh Twitter.

Dalam cuitan terbaru pada Rabu (27/5) waktu setempat, Trump melontarkan ancaman untuk menutup perusahaan medsos. Dia menuduh platform medsos berupaya membungkam suara-suara konservatif di AS. Trump bahkan mengaitkannya dengan pilpres AS pada November mendatang.

"Republikan merasa bahwa platform media sosial sungguh membungkam suara konservatif. Kita akan mengatur ketat, atau menutupnya, sebelum kita membiarkan ini terjadi," tegas Trump dalam cuitannya via akun Twitter pribadinya.

"Benahi kelakuan Anda, SEKARANG!" imbuhnya.

"Big Tech melakukan semuanya yang mereka mampu untuk MENYENSOR menjelang pemilu 2020. Jika itu terjadi, kita tidak akan lagi memiliki kebebasan kita," cetus Trump.

Terlepas dari apapun yang diputuskan Trump melalui perintah eksekutifnya nanti, Serikat Kebebasan Sipil Amerika menyatakan bahwa Amandemen Pertama dalam Konstitusi AS membatasi tindakan-tindakan yang bisa diambil oleh Trump.

Cuitan Donald Trump Dapat Label Peringatan dari Twitter:

(nvc/tor)