Seperti dilansir AFP, Senin (11/5/2020), kelima pekerja yang tewas merupakan bagian dari jutaan pekerja migran yang nekat menempuh cara apapun demi bisa mudik di tengah lockdown. Para pekerja migran yang kebanyakan berasal dari desa dan wilayah pinggiran India itu kehilangan pekerjaan akibat pandemi Corona.
Dengan layanan kereta dan bus antara negara bagian tutup sementara, dan perbatasan ditutup sejak lockdown diterapkan pada akhir Maret, banyak orang yang memilih pulang kampung dengan berjalan kaki atau bersepeda, yang seringkali memakan waktu berhari-hari di bawah cuaca panas terik.
Beberapa orang memilih bersembunyi di dalam truk kargo atau truk pengaduk semen demi menghindari pemeriksaan polisi. Sementara orang-orang yang tidak bisa pulang kampung, terjebak di tempat-tempat penampungan yang padat.
Dalam insiden terbaru yang terjadi pada Sabtu (9/5) waktu setempat, para pekerja migran yang menjadi korban bersembunyi di antara ratusan peti berisi mangga saat truk itu terguling di jalan raya distrik Narshingpur, Madhya Pradesh.
"Para pekerja secara diam-diam pulang ke rumah mereka di distrik Etah, Uttar Pradesh, saat kecelakaan terjadi," sebut pejabat kepolisian setempat, Rajesh Tiwari, kepada AFP.
Lima pekerja tewas dan 15 orang lainnya, termasuk sopir truk dan para pembantunya, dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. Truk itu sedang melaju ke kota Agra saat kecelakaan terjadi.
Insiden serupa terjadi dua hari sebelumnya, saat 16 pekerja migran tewas terlindas kereta barang di Mahasrashtra saat mereka tertidur di rel di tengah perjalanan mudik saat lockdown. Beberapa jam kemudian, sepasang pekerja migran tewas setelah sepeda mereka ditabrak kendaraan di kota Lucknow. Kecelakaan ini terjadi saat pasangan itu menempuh perjalanan pulang dengan sepeda sejauh 800 kilometer ke Chhattisgarh. (nvc/ita)











































