Waduh! Ada Serangga Mati dan Rambut di Masker Gratis Pemerintah Jepang

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 08:56 WIB
PM Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat terkait kasus virus Corona yang terus menyebar.
Ilustrasi (Getty Images)
Tokyo -

Masker kain yang dibagikan secara gratis oleh pemerintah Jepang di tengah pandemi virus Corona (COVID-19) menuai komplain. Beberapa masker dilaporkan terkontaminasi dengan noda-noda, rambut, bahkan serangga yang sudah mati.

Seperti dilaporkan surat kabar lokal Yomiuri Shimbun dan dilansir Japan News, Selasa (21/4/2020), pemerintah Jepang berencana membagikan 10 juta masker untuk wanita hamil yang dianggap berisiko tinggi terinfeksi virus Corona. Masker-masker itu mulai dikirimkan pada Selasa (14/4) lalu.

Komplain soal masker-masker yang terkontaminasi mulai muncul sejak Kamis (16/4) waktu setempat. Beberapa komplain menyebut "Warna maskernya pudar" dan yang lain menyebut "Saya menemukan rambut manusia di masker".

Hingga Jumat (17/4) waktu setempat, sudah 1.901 masker yang dilaporkan terkontaminasi di sedikitnya 80 wilayah.

Sebagian besar masker yang memiliki noda merupakan masker yang dikirimkan kepada wanita hamil. Sedangkan masker yang terkontaminasi serangga mati dan objek lainnya merupakan masker yang dikirimkan kepada sekolah-sekolah setempat.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja dan Kesejahteraan Jepang dalam pernyataan pada Sabtu (19/4) waktu setempat, menyatakan akan mengganti masker-masker yang terkontaminasi.

Sementara menurut laporan NHK, Kementerian Kesehatan menyebut masker-masker yang dibagikan gratis itu berasal dari sejumlah perusahaan. Pihak kementerian mendorong perusahaan-perusahaan yang dimaksud untuk menyelesaikan persoalan produksi.

Jepang Tingkatkan Status Darurat Kesehatan Lebih Ketat:

(nvc/ita)