Round-up

Derita Warga Asia hingga Afrika Didiskriminasi di Tengah Pandemi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Apr 2020 06:54 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Foto: Ilustrasi: Fuad Hashim
Jakarta -

Wabah virus corona tidak hanya menjadi dampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Di balik itu ternyata beberapa orang mengalami tindakan yang tidak mengenakan atau diskriminasi.

detikcom merangkum beberapa tindakan diskriminasi yang terjadi di beberapa negara. Pertama diskriminasi yang dialami oleh warga Asia yang menetap di Australia.

Di saat Australia sedang berperang melawan virus corona, yang wabahnya pertama kali berasal dari kota Wuhan, China, banyak komunitas keturunan Asia di Australia melaporkan serangan rasis terkait COVID-19.

Dilihat dari ABC, Komisi Hak Asasi Manusia di Australia mengatakan satu dari empat orang yang melaporkan tindakan rasisme dalam dua bulan terakhir memiliki kaitan dengan pandemi COVID-19. Bulan Februari mencatat laporan diskriminasi ras tertinggi hingga saat ini.

Salah satu dirasakan oleh Rani Pramesti, seorang seniman asal Indonesia yang kini bermukim di kota Melbourne, baru-baru ini mengalami serangan rasisme.

Rani Pramesti mengatakan sebenarnya bukan virus yang diskriminatif, tapi orang-orangnya.

Padahal Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengatakan dipilihnya nama penyakit COVID-19 dengan alasan agar tidak "merujuk pada lokasi geografis, hewan, individu atau kelompok orang".

Diskriminasi tidak hanya terjadi bagi warga Asia, di China juga terjadi diskriminasi warga Afrika. Salah satunya dirasakan Ade (bukan nama sebenarnya). Ade merupakan mahasiswa asal Nigeria ini pindah ke Guangzhou, China, untuk kuliah di bidang komputer di Universitas Guangdong sejak lima bulan lalu.

Simak juga video Kini Afrika Juga Terjangkiti Virus Corona: