Round-Up

Tak Hanya Manusia, Harimau di New York Pun Positif Corona

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 07 Apr 2020 05:03 WIB
Harimau Benggala
Foto ilustrasi harimau: (iStock)
Jakarta -

Kabar terbaru terkait virus Corona (COVID-19), berdasarkan temuan baru ternyata virus Corona tak hanya bisa berkembang di tubuh manusia tetapi juga di tubuh hewan. Salah satunya hewan yang terinfeksi Corona adalah harimau di kebun binatang Bronx, New York, Amerika Serikat.

Harimau ini diduga tertular dari salah satu pawangnya yang terinfeksi virus Corona tanpa menunjukkan gejala (asymptomatic) apapun. Harimau ini memiliki gejala Corona yakni batuk-batuk kering.

Harimau ini berjenis Malaya betina berusia 4 tahun bernama Nadia mengalami batuk-batuk kering dan diperkirakan akan segera pulih. Selain Nadia, ada juga harimau betina lain bernama Azul dan dua harimau Amur serta tiga singa Afrika juga mengalami gejala yang sama.

Pengelola Kebun Binatang Bronx mengatakan saat ini pihaknya masih terus memantau kondisi harimau-harimau yang terinfeksi Corona ini. Dia juga mengatakan kondisi harimau saat ini stabil tanpa keluhan, hanya nafsu makannya sedikit berkurang.

"Meskipun harimau-harimau itu mengalami penurunan nafsu makan, harimau-harimau di Kebun Binatang Bronx dinyatakan baik-baik saja di bawah perawatan dokter hewan dan semuanya riang, waspada dan interaktif dengan pawang mereka," demikian pernyataan Masyarakat Konservasi Satwa Liar yang mengelola Kebun Binatang Bronx.

"Tidak diketahui bagaimana penyakit ini akan berkembang pada harimau karena spesies yang berbeda bisa memberikan reaksi berbeda akibat infeksi virus baru ini, tapi kami akan tetap mengawasi secara saksama dan mengantisipasi kesembuhan sepenuhnya," imbuhnya.

Sementara itu, Departemen Pertanian AS mengimbau agar orang yang terinfeksi Corona membatasi kontak dengan hewan. Hal ini sebagai upaya untuk mencegah penyebaran Corona pada hewan,

"Masih direkomendasikan bahwa orang-orang yang terinfeksi COVID-19 untuk membatasi kontak dengan hewan hingga ada informasi lebih banyak yang diketahui soal virus ini," tulis Departemen Pertanian AS pada situsnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2