Angka Kematian Corona di New York Tembus 4 Ribu, Sehari 594 Meninggal

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 08:35 WIB
NEW YORK, NEW YORK - MARCH 22:  A view of sticker on a street lamp post reading Who will survive in America? as the coronavirus continues to spread across the United States on March 22, 2020 in New York City. The World Health Organization declared coronavirus (COVID-19) a global pandemic on March 11th.  (Photo by Cindy Ord/Getty Images)
Foto: Getty Images/Cindy Ord
New York -

Jumlah kematian karena virus corona di negara bagian New York, Amerika Serikat telah mencapai lebih dari 4 ribu orang.

Gubernur New York, Andrew Cuomo mengatakan pada Minggu (5/4) waktu setempat, jumlah kematian karena virus corona di negara bagian tersebut tercatat sebanyak 4.159, naik dari 3.565 sehari sebelumnya. Ini berarti sebanyak 594 kematian dilaporkan dalam sehari.

Angka kematian harian tersebut menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan hari sebelumnya. Cuomo mengatakan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (6/4/2020), ini pertama kalinya, jumlah kematian harian turun, sebelumnya pada Sabtu (4/4) waktu setempat, New York mencatat rekor 630 kematian dalam waktu 24 jam.

Cuomo berharap penurunan ini menjadi pertanda bahwa New York mulai mendekati puncak virus Corona, dan kasusnya akan mulai menurun secara bertahap. Namun Cuomo meminta masyarakat tetap waspada. "Virus corona benar-benar ganas dan efektif," kata Cuomo. "Ini adalah pembunuh efektif," cetusnya kepada para wartawan.

Cuomo mengatakan, puncak pandemi di New York mungkin terjadi pada pekan depan. Namun dia mengatakan masih harus menunggu beberapa hari ke depan agar angkanya menjadi lebih jelas.

"Kita tidak akan tahu hingga beberapa hari ke depan, apakah itu (angkanya) naik, apakah turun," tuturnya.

New York telah melaporkan 122.031 kasus positif COVId-19, dengan New York City mencatat jumlah kasus yang tertinggi, yakni sebanyak 67.551 kasus.

Lihat video Viral Truk Pendingin di New York Angkut Jenazah Pasien Corona:

(ita/ita)