Cegah Penularan Corona, Turki Berlakukan Jam Malam untuk Kaum Muda

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 05:45 WIB
Turkish President Tayyip Erdogan adressess teachers during a reception at the Presidential Palace in Ankara, Turkey, November 24, 2015 in this handout photo provided by Presidential Press Office.  President Tayyip Erdogan on Tuesday defended Turkeys right to protect its borders after Turkish fighter jets shot down a warplane near the Syrian border, an incident he said Turkey had made every effort to avoid.
Presiden Erdogan (Foto: REUTERS/Kayhan Ozer/Presidential Press Office/Handout via Reuters)
Istanbul -

Presiden Tayyip Erdogan, memberlakukan jam malam kepada warga Turki yang berusia di bawah 20 tahun. Keputusan itu adalah salah satu pencegahan untuk penularan virus Corona.

Kebijakan itu berlaku sejak Jumat (3/4/2020) waktu setempat. Selain itu Turki juga memutuskan untuk menutup perbatasan di 31 kota, di antara Istanbul. Pembatasan itu untuk semua kendaraan tidak termasuk jalur transit dan pasokan makanan, produk medis dan sanitasi.

"Kami telah memutuskan untuk memberlakukan jam malam parsial bagi orang-orang di bawah 20 tahun pada Jumat tengah malam," kata Erdogan saat jumpa pers di Istanbul, seperti dilansir Reuters, Sabtu (4/4/2020).

Erdogan mengatakan penutupan perbatasan 31 kota itu akan diberlakukan selama 15 hari. Namun akan dievaluasi kembali setelah 15 hari.

"Penutupan perbatasan kota akan berlaku selama 15 hari pada awalnya. Namun periode ini dapat diperpanjang jika perlu," jelasnya.

Selain itu, Erdogan juga mewajibkan untuk menggunakan masker di tempat umum yang ramai, di angkutan umum. Serta toko kelontong dan tempat kerja.

Diketahui korban tewas akibat Corona di Turki naik menjadi 425 orang hingga Jumat (3/4) waktu setempat. Lebih dari 20.000 kasus terinfeksi Corona.

Simak juga video Apa Cuma di Indonesia Jenazah COVID-19 Ditolak Warganya?:

(lir/lir)