International Updates

Trump: 2 Pekan ke Depan Akan Menyakitkan, Pasien Corona Terus Berdatangan

Rita Uli Hutapea - detikNews
Rabu, 01 Apr 2020 17:06 WIB
Mengikuti California, negara bagian New York di Amerika Serikat (AS) juga di-lockdown dalam upaya mengatasi pandemi virus Corona yang merajalela.
Foto: Getty Images
Jakarta -

Rumah sakit-rumah sakit di negara bagian New York, Amerika Serikat mulai kewalahan menghadapi para pasien terinfeksi virus corona yang terus berdatangan dan sistem kesehatan yang nyaris mencapai kapasitas.

Seorang dokter di New York, Shamit Patel mengatakan bahwa rumah sakit kini bersiap untuk yang terburuk dalam beberapa hari ke depan. Dia pun berharap dirinya tak akan terpaksa memilih mana pasien coronavirus yang akan dirawat.

Selain berita tersebut, berikut berita-berita internasional yang menarik perhatian pembaca detikcom, hari Rabu (1/4/2020):

- Trump: 2 Pekan ke Depan Akan Sangat Menyakitkan, Semua Warga AS Harus Siap

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengingatkan tentang dua pekan ke depan yang akan sangat menyakitkan seiring AS berjuang menghadapi lonjakan kasus virus corona. Bahkan Gedung Putih mengingatkan bahwa virus mematikan ini bisa menewaskan hingga 240 ribu warga AS.

"Ini akan menjadi dua pekan yang sangat menyakitkan, sangat, sangat menyakitkan," kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (1/4/2020).

"Saya ingin semua warga Amerika bersiap untuk hari-hari sulit yang ada di depan," imbuh Trump.

- Pasien Corona Terus Berdatangan, RS New York Bersiap untuk yang Terburuk

Rumah sakit-rumah sakit di negara bagian New York, Amerika Serikat mulai kewalahan menghadapi para pasien terinfeksi virus corona yang terus berdatangan dan sistem kesehatan yang nyaris mencapai kapasitas. Seorang dokter di New York, Shamit Patel mengatakan bahwa rumah sakit kini bersiap untuk yang terburuk dalam beberapa hari ke depan. Dia pun berharap dirinya tak akan terpaksa memilih mana pasien coronavirus yang akan dirawat.

Sebagai contoh, sekitar 10 hari yang lalu, hanya separuh dari pasien-pasien penyakit dalam di Rumah Sakit Beth Israel yang telah berumur 46 tahun -- salah satu rumah sakit Mount Sinai di Manhattan -- yang menderita penyakit COVIFD-19. Namun pekan lalu, sebanyak 85-90 persen pasien yang masuk diketahui terinfeksi virus corona.

"Kami sudah berhenti menjumpai pasien reguler. Rumah sakit penuh dengan pasien coronavirus," ujar Patel seperti dikutip kantor berita AFP, Rabu (1/4/2020).

- Dulu Meremehkan, Trump Kini Akui Virus Corona Lebih Ganas dari Flu Biasa

Dalam pernyataan terbaru, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengakui bahwa risiko yang dipicu virus Corona (COVID-19) jauh lebih buruk dari flu biasa. Pernyataan ini bertolak belakang dengan pernyataan Trump sebelumnya yang meremehkan virus Corona.

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/4/2020), dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump menyebut bahwa 'banyak orang' yang sebelumnya menyarankan agar AS membiarkan virus Corona, sama seperti flu musiman.

Pandangan Trump kini berubah. "Itu (virus Corona-red) bukan flu. Itu ganas," tegasnya, sembari membahas seorang teman dekatnya yang berjuang melawan virus Corona dan kini dalam keadaan koma.

Pernyataan terbaru ini sangat bertolak belakang dengan beberapa pernyataan di masa lalu, saat Trump berargumen bahwa virus Corona sama seperti flu yang mewabah setiap tahun di AS. Pandangan ini dipegang Trump saat mempertimbangkan perlunya menutup perekonomian AS melalui langkah social distancing dan larangan perjalanan.

- Lockdown Wuhan Dinilai Telah Mencegah 700 Ribu Kasus Virus Corona

Keputusan otoritas China untuk memberlakukan lockdown terhadap kota Wuhan, yang merupakan titik nol dari pandemi virus Corona (COVID-19), dinilai mungkin telah mencegah lebih dari 700 ribu kasus baru dengan menunda penyebaran virus tersebut.

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/4/2020), analisis tersebut disampaikan oleh para peneliti di China, Amerika Serikat (AS) dan Inggris dalam sebuah jurnal sains terbaru.

Disebutkan oleh para peneliti itu bahwa langkah-langkah pengendalian drastis yang diambil China dalam 50 hari pertama saat virus Corona mewabah, dinilai telah memberikan waktu yang cukup bagi kota-kota lain di negara itu untuk bersiap dan mempersiapkan pembatasan tersendiri.

- Sempat Salaman dengan Putin, Direktur RS Moskow Positif Corona

Seorang direktur rumah sakit di Moskow, Rusia, yang sepekan lalu bertemu dengan Presiden Vladimir Putin baru saja dinyatakan positif virus Corona. Kremlin mengumumkan bahwa kondisi kesehatan Putin kini baik-baik saja.

Seperti dilansir AFP, Rabu (1/4/2020), Denis Protsenko yang menjabat Direktur Rumah Sakit Kommunarka di Moskow yang menjadi tempat perawatan pasien virus Corona, diketahui bertemu Putin pada Selasa (24/3) pekan lalu. Putin saat itu memeriksa rumah sakit sambil memakai pakaian hazmat warna kuning.

Namun, Putin yang berusia 67 tahun ini sempat terlihat berbicara dengan Protsenko tanpa memakai pakaian pelindung. Keduanya bahkan sempat bersalaman.

(ita/ita)