Myanmar Laporkan Kematian Pertama Akibat Virus Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 31 Mar 2020 16:27 WIB
Members of the Myanmar Red Cross disinfect a street as a preventive measure against the COVID-19 coronavirus in Yangon on March 29, 2020. (Photo by Sai Aung Main / AFP)
Anggota Palang Merah Myanmar menyemprotkan disinfektan ke jalanan kota Yangon, Myanmar, untuk mencegah virus Corona (AFP/SAI AUNG MAIN)
Naypyitaw -

Otoritas Myanmar melaporkan kematian pertama akibat virus Corona (COVID-19). Sejauh ini, total 14 kasus virus Corona terkonfirmasi di Myanmar yang telah memberlakukan pembatasan perjalanan tegas demi membatasi penyebaran virus ini.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (31/3/2020), juru bicara Kementerian Kesehatan dan Olahraga Myanmar, Dr Khin Khin Gyi, mengumumkan bahwa satu warga Myanmar yang berusia 69 tahun meninggal dunia pada Selasa (31/3) pagi, sekitar pukul 07.30 waktu setempat.

Pria Myanmar yang tidak disebut identitasnya ini, meninggal saat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Way Bar Gyi, Yangon. Otoritas Myanmar menyebutnya sebagai korban meninggal pertama akibat virus Corona di negara tersebut.

Lebih lanjut, diungkapkan oleh Kementerian Kesehatan Myanmar bahwa pria itu baru tiba di Myanmar pada 14 Maret setelah terbang pulang dari Australia, untuk menjalani perawatan atas kanker hidung yang dideritanya. Dia sempat singgah selama 4 hari di Singapura, sebelum pulang ke Myanmar.

Pada 18 Maret, pria ini mengalami gejala-gejala virus Corona dan pada 25 Maret, dia dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) di Rumah Sakit Umum Yangon. Dia dinyatakan positif terinfeksi virus Corona pada 26 Maret.

Dalam laporan terbaru pada Senin (30/3) waktu setempat, otoritas Myanmar melaporkan empat kasus baru di wilayahnya. Total kini ada 14 kasus virus Corona di negara tersebut.

Pada Minggu (29/3) waktu setempat, otoritas Myanmar memberlakukan larangan perjalanan paling tegas, dengan melarang penerbangan internasional mendarat di seluruh bandaranya untuk mencegah virus Corona 'diimpor' ke wilayahnya. Sebelumnya, Menteri Kesehatan dan Olahraga, Thar Tun Kyaw, menyebut virus Corona bisa saja masuk lewat perbatasan darat sebelum tanggal 23 Maret -- saat Myanmar melaporkan dua kasus pertamanya.

(nvc/fjp)