Imbas Virus Corona, Maskapai Inggris Grounded Seluruh Pesawatnya

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 30 Mar 2020 18:31 WIB
Ilustrasi virus Corona
Foto: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases
London -

Maskapai Inggris, easyJet menyatakan telah mengandangkan (grounded) seluruh armada pesawatnya dikarenakan pandemi virus corona. Namun maskapai itu masih akan melakukan penerbangan penyelamatan untuk memulangkan para pelanggan yang terlantar.

"Sebagai akibat dari pembatasan perjalanan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang diterapkan oleh pemerintah dalam merespons pandemi coronavirus dan pelaksanaan lockdown nasional di banyak negara Eropa, easyJet, hari ini, sepenuhnya mengandangkan seluruh armada pesawatnya," demikian statemen maskapai tersebut seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (30/3/2020).

"Pada tahap ini tidak ada kepastian tanggal untuk memulai kembali penerbangan komersial," imbuh easyJet.

Maskapai tersebut telah mulai mengandangkan mayoritas pesawatnya sejak pekan lalu.

EasyJet menambahkan bahwa pihaknya sejauh ini telah mengoperasikan 650 penerbangan penyelamatan, dengan memulangkan lebih dari 45 ribu pelanggan.

"Penerbangan penyelamatan terakhir dioperasikan pada hari Minggu ... Kami akan terus bekerja dengan badan-badan pemerintah untuk mengoperasikan penerbangan penyelamatan tambahan seperti yang diminta," kata easyJet.

CEO easyJet, Johan Lundgren menekankan bahwa para kru telah mengajukan diri untuk mengoperasikan penerbangan penyelamatan tersebut.

"Saya sangat bangga dengan cara orang-orang di easyJet memberikan yang terbaik pada saat yang penuh tantangan ini," katanya dalam pernyataan tersebut.

Menyusul grounded seluruh pesawatnya, easyJet menyatakan bahwa selama dua bulan sejak Rabu (1/4) mendatang, para kru akan dibayar 80 persen dari upah rata-rata mereka berkat skema darurat yang diperkenalkan oleh pemerintah Inggris untuk tetap mempertahankan para pekerja.

(ita/ita)