Nyaris 1.700 Orang Meninggal Akibat Corona di Prancis, Termuda 16 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 16:15 WIB
Pemilu lokal putaran pertama di Prancis tetap diselenggarakan. Pemilu tersebut tetap digelar Minggu (15/3) ini meski di tengah pandemi corona.
Ilustrasi (AP PHOTO)
Paris -

Otoritas Prancis melaporkan 365 orang meninggal akibat virus Corona dalam 24 jam terakhir. Salah satunya seorang remaja perempuan berusia 16 tahun yang tidak memiliki penyakit bawaan.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/3/2020), otoritas kesehatan Prancis menyatakan jumlah total korban meninggal akibat virus Corona di wilayahnya kini mencapai 1.696 orang. Tambah 365 orang meninggal dalam 24 jam merupakan jumlah korban meninggal tertinggi dalam sehari di Prancis.

Pejabat tinggi kesehatan Prancis, Jerome Salomon, menuturkan kepada wartawan bahwa total jumlah korban meninggal yang diumumkan, tidak menyertakan para pasien yang meninggal akibat virus Corona di rumah atau di panti-panti jompo.

Seorang remaja perempuan, yang disebut bernama Julie A, meninggal dunia di Paris. Remaja berusia 16 tahun ini menjadi korban meninggal akibat virus Corona, dengan usia termuda di Prancis. Diketahui bahwa virus Corona lebih berdampak parah pada orang lanjut usia (lansia) atau orang dengan penyakit bawaan.

"Tidak tertahankan," ucap ibunda remaja itu, Sabine, kepada AFP via telepon dari kediamannya di pinggiran Paris. "Kita seharusnya menjalani hidup biasa," imbuhnya.

Sepekan lalu, remaja itu mengalami batuk ringan. Tapi pada Sabtu (21/3) waktu setempat, remaja ini mulai mengalami sesak napas. Remaja ini lantas menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan virus Corona. Dia dinyatakan positif virus Corona dan dirawat di rumah sakit setempat. Namun sayang, kondisinya memburuk dan dia dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (26/3) waktu setempat. Remaja ini tidak memiliki penyakit bawaan.

Prancis Kerahkan Militer Perangi Virus Corona:

Selanjutnya
Halaman
1 2