AS Tawarkan Imbalan Rp 238 Miliar untuk Tangkap Presiden Venezuela

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 14:43 WIB
Venezuelas President Nicolas Maduro speaks during a broadcast with members of the government and military high command members at Miraflores Palace in Caracas, Venezuela April 30, 2019. Miraflores Palace/Handout via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY.
Nicolas Maduro (Miraflores Palace/Handout via REUTERS)
Washington DC -

Otoritas Amerika Serikat (AS) resmi mendakwa Presiden Venezuela, Nicolas Maduro dan sejumlah pejabat Venezuela atas dakwaan 'terorisme narkoba'. Imbalan sebesar US$ 15 juta atau setara Rp 238 miliar ditawarkan AS untuk setiap informasi yang mengarah pada penangkapan Maduro.

Seperti dilansir AFP, Jumat (27/3/2020), Departemen Kehakiman AS dalam dakwaannya menuduh Maduro memimpin sebuah geng pengedar kokain bernama 'The Cartel of the Suns', yang mengedarkan ratusan ton narkotika ke wilayah AS dalam dua dekade terakhir. Geng narkoba ini diyakini meraup ratusan juta dolar AS.

Disebutkan penyidik AS bahwa kartel pimpin Maduro bekerja sama dengan kelompok pemberontak bernama Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia (FARC), yang telah dilabeli AS sebagai 'organisasi teroris'. FARC diyakini telah terlibat praktik perdagangan narkoba sejak tahun 1999 lalu.

AS mendakwa Maduro, yang menjabat Presiden Venezuela sejak tahun 2013, telah menggunakan kokain sebagai 'senjata' untuk merusak masyarakat AS.

"Selama lebih dari 20 tahun, Maduro dan sejumlah pejabat tinggi yang menjadi koleganya diduga berkonspirasi dengan FARC, membuat berton-ton kokain masuk dan menghancurkan masyarakat Amerika," tegas Jaksa Agung AS, Bill Barr, dalam dokumen dakwaan itu.

"Inilah saatnya untuk meminta pertanggungjawaban rezim ini atas apa yang dilakukannya. Rezim Maduro dibanjiri korupsi dan kriminalitas," imbuhnya.

Tonton juga video Rupiah Dihajar, Dolar AS Nyaris Rp 17.000:

Selanjutnya
Halaman
1 2