AS Konfirmasi Positif Corona Terbanyak di Dunia, Total 81.321 Kasus

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Jumat, 27 Mar 2020 05:07 WIB
People walk amongst US national flags erected by students and staff from Pepperdine University to honor the victims of the September 11, 2001 attacks in New York, at their campus in Malibu, California on September 10, 2015. The students placed some 3,000 flags in the ground in tribute to the nearly 3,000 victims lost in the attacks almost 14 years ago.      AFP PHOTO / MARK RALSTON / AFP / MARK RALSTON
Ilustrasi (Foto: AFP PHOTO/MARK RALSTON)
New York -

New York Times melaporkan Amerika Serikat (AS) memiliki jumlah kasus virus Corona terbanyak di dunia. Data tersebut dirangkum hingga Kamis (26/3) waktu setempat.

Dilansir AFP, Jumat (27/3/2020) total kasus terinfeksi virus Corona di AS mencapai angka 81.321 kasus. Negara yang berpenduduk 330 juta jiwa ini telah melampaui kasus yang ada di China dan Italia.

Diketahui kasus yang dinyatakan positif di Italia per Kamis (26/3) di 80.539 dan China di 81.285. Angka tersebut adalah berdasarkan penghitungan AFP.

Sementara itu, Johns Hopkins University mencatat kasus positif Corona di AS mencapai 82.404 kasus. Rumah sakit Amerika melaporkan semakin kewalahan dengan pasien COVID-19.

Sementara 40 persen kasus ada di daerah yang telah di lockdown untuk mencegah penyebaran virus. Johns Hopkins juga mencatat setidaknya sekitar 1.178 orang dinyatakan meninggal dunia akibat COVID-19 itu.

Sementara berdasarkan hitungan resmi dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan penyakit menular AS tertinggal dari perhitungan New York Times dan Johns Hopkins. Hingga Kamis (26/3) waktu setempat, tercatat 68.440 kasus positif Corona.

Sedangkan, AFP menghitung lebih dari setengah juta kasus dinyatakan positif terinfeksi virus Corona secara global. Virus tersebut juga telah menyebar ke 182 negara di seluruh dunia.

Setidaknya 501.556 kasus positif Corona di 182 negara per Kamis (26/3) waktu Prancis. Menurut perhitungan AFP dan angka resmi dari WHO sebanyak 22.920 laporan

Jumlah infeksi aktual diyakini lebih tinggi. Hal itu dibuktikan karena banyak negara hanya menguji kasus parah atau pasien yang memerlukan rawat inap.

2 Anggota Kongres AS Positif Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(lir/lir)