Cara Canggih China Awasi Pergerakan Warga yang Kena Corona

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 24 Mar 2020 15:12 WIB
Ilustrasi detektif
Foto: Tim Infografis Zaki Alfaraby
Jakarta -

China tak hanya melakukan lockdown terhadap wilayahnya yang terkena wabah virus Corona. Negeri Tirai Bambu itu juga menerapkan pengintaian (surveilans) canggih terhadap warganya yang berisiko terkena COVID-19 supaya tidak menularkan ke lebih banyak orang. Privasi dikeluhkan, meski kini China berhasil menekan angka kasus baru positif COVID-19.

Dilansir situs Georgetown Journal of International Affairs, diakses detikcom Selasa (24/1/2020), ada dua contoh kasus yang menunjukkan bagaimana negara mengawasi pergerakan warga yang terindikasi kena Corona.

Awal 2020 lalu, ada seseorang yang terinfeksi virus Corona menaiki transportasi umum. Pemerintah langsung bisa mengikuti jalur perjalanan orang tersebut, yakni melewati jalur kereta bawah tanah (subway) Nanjing. Hasil pelacakan jalur perjalanan itu kemudian diunggah di media sosial. Pemerintah lalu menyarankan kepada warga yang sempat melewati jalur itu untuk segera memeriksakan kesehatannya.

Contoh kedua, seorang mahasiswa di Wuhan pulang kampung ke belahan timur China. Beberapa hari kemudian, pemerintah daerahnya melacak sampai ke rumah mahasiswa tersebut, memasang garis polisi di depan rumahnya, dan meminta para tetangga untuk melapor ke hotline pemerintah bila mereka tahu ada orang yang keluar dari rumah mahasiswa itu.

Bagaimana cara China melacak warganya?

Surveilans China terhadap warganya menggunakan aplikasi pembayaran bernama Kode Kesehatan Alipay (Alipay Health Code) keluaran Ant Financial, perusahaan Jack Ma. Ada pula pelacakan berbasis QR-code di aplikasi perpesanan WeChat keluaran Tencent.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3