Round-Up

Darurat Corona di Tepi Barat

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 07 Mar 2020 07:24 WIB
Palestinian policeman stands outside a hotel in Bethlehem, West Bank, Thursday, March 5, 2020 where some of the hotel staff was tested positive to coronovirus. The Palestinian Health Ministry said it was preventing all tourists from entering the West Bank, where Bethlehem is located. (AP Photo/Mahmoud Illean)
Sebuah hotel yang terdeteksi pertama kalinya ditemukan virus corona di Palestina Foto: AP Photo/Mahmoud Illean
Jakarta -

Otoritas Palestina mengonfirmasi tujuh kasus baru virus Corona di Tepi Barat. Imbas dari konfirmasi itu, sejumlah fasilitas di Tepi barat ditutup, sejumlah masjid dan gereja juga turut ditutup sementara, hingga kota Betlehem dilockdown (ditutup).

Presiden Mahmoud Abbas pun menetapkan masa darurat selama 30 hari terkait kemunculan wabah virus corona ini. Seperti dilansir Reuters dan AFP, Jumat (6/3/2020), Kementerian Kesehatan Palestina, pada Kamis (5/3) waktu setempat, mengonfirmasi tujuh kasus virus corona di wilayah Bethlehem, Tepi Barat, Yerusalem sebelah selatan. Tujuh pasien virus corona di Bethlehem ini semuanya warga Palestina.

"Mereka sekarang sedang dirawat dalam karantina," demikian pernyataan Menteri Kesehatan Palestina, Mai al-Kaila.

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa kasus-kasus virus corona itu pertama kali terdeteksi di sebuah hotel di area Bethlehem. Mereka yang terinfeksi virus corona merupakan pegawai hotel setempat.

Menurut Kepala Direktorat Kesehatan Lokal, Imad Shahadeh, sekelompok turis asal Yunani datang mengunjungi hotel tersebut pada akhir Februari lalu. Dua turis di antaranya diketahui positif virus corona setelah pulang ke Yunani. Sejumlah kasus 'suspect' virus corona juga ditemukan dari kalangan pegawai hotel tersebut.

Dalam pernyataan terpisah, Presiden Abbas menetapkan masa darurat selama 30 hari pada Kamis (5/3) waktu setempat.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4