Terbukti Bersalah Mendanai Terorisme, TKI di Singapura Dibui 2 Tahun

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Mar 2020 17:00 WIB
Gambar ilustrasi penjara (Reuters / Dario Pignatelli)
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)

Saat Anindia membaca lebih banyak informasi secara online dan bertemu teman-teman satu ideologi, ketertarikannya pada terorisme semakin bertambah dan dia merasa memiliki pikiran dan keyakinan yang sama dengan kelompok terorisme.

Sebagai contoh, dia sepaham dengan ideologi JAD dalam penggunaan kekerasan fisik terhadap pemerintah Indonesia demi menegakkan syariat Islam di Indonesia. Tidak hanya itu, Anindia juga mendukung aksi bom bunuh diri karena itu dinilai bisa membunuh lebih banyak 'musuh-musuh Islam'.

Meskipun JAD dilarang pemerintah Indonesia karena diduga terkait serangan teroris, kelompok itu masih bisa mendanai aktivitasnya melalui dalih acara 'amal keagamaan' yang dipublikasikan di media sosial. Anindia memberikan sumbangan ke dua acara amal JAD, dengan menyalurkan SG$ 50 (Rp 503 ribu) secara langsung kepada salah satu acara amal dan SG$ 80 (Rp 805 ribu) melalui Retno dan satu PRT Indonesia lainnya.

Jaksa penuntut umum lainnya, Tan Hsiao Tien, menyebut Anindia melakukan semua tindak pidana itu secara disengaja dan dia dianggap memiliki riwayat radikalisasi.

Pengacara Anindia, Nasser Ismail, berargumen bahwa kliennya memberikan sumbangan karena didorong oleh foto-foto dan artikel yang dilihatnya soal anggota keluarga -- para istri dan anak -- anggota ISIS dan JAD.

"Saya khawatir bahwa di Singapura, kita tidak bisa mentoleransi segala bentuk dukungan terhadap terorisme dan saya sepakat bahwa ... penangkalan harus ditegakkan tanpa kompromi dalam kasus Anda," tegas hakim Ong Luan Tze yang menjatuhkan putusan.


(nvc/jbr)