Pasien Corona di Italia Melonjak Jadi 655 Orang, 17 Orang Meninggal

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 28 Feb 2020 15:58 WIB
Paramedics stand next to a tent set up by the Italian Civil Protection outside the emergency ward of the Piacenza hospital, northern Italy, Thursday, Feb. 27, 2020. Italy is changing how it reports coronavirus cases and who will get tested in ways that could lower the countrys caseload even as an outbreak centered in northern Italy spreads in Europe. (Claudio Furlan/Lapresse via AP)
Paramedis siaga di dekat tenda yang dipasang sebagai bangsal darurat di Italia utara dalam menghadapi wabah virus corona (Claudio Furlan/Lapresse via AP)
Roma -

Jumlah kasus virus corona di wilayah Italia kembali mengalami lonjakan, dengan sejauh ini mencapai 655 kasus. Sedikitnya 17 orang meninggal dunia akibat virus corona di wilayah Italia.

Seperti dilansir Reuters, Jumat (28/2/2020), otoritas Italia terlihat berusaha meremehkan wabah virus corona di wilayahnya, dengan Menteri Luar Negeri Italia, Luigi Di Maio, menyatakan bahwa wabah virus corona hanya berdampak pada sebagian kecil negara tersebut.

"Wabah informasi yang menyesatkan akan memberikan kerusakan lebih besar bagi Italia daripada risiko wabah virus (corona) itu sendiri. Hanya 0,1 persen dari negara ini yang terkena," sebut Di Maio dalam konferensi pers.

Pernyataan Di Maio itu disampaikan di tengah terjadinya lonjakan kasus virus corona di Italia, dari yang tadinya dari 200-an kasus menjadi 655 kasus pada Kamis (27/2) waktu setempat. Jumlah korban meninggal bertambah lima orang dan saat ini mencapai 17 orang.

Dengan jumlah tersebut, Italia kini menjadi pusat wabah virus corona di kawasan Eropa. Diketahui bahwa negara-negara Eropa lainnya, seperti Jerman memiliki 45 kasus virus corona, Prancis dengan 38 kasus dan Spanyol dengan 25 kasus.

Para analis memperingatkan bahwa wabah ini tampaknya akan membawa perekonomian Italia yang rapuh ke dalam resesi keempat dalam 12 tahun terakhir, dengan banyak bisnis di wilayah utara Italia yang kaya mendekati kemandekan dan hotel-hotel melaporkan banyaknya pembatalan.

Simak Juga Video "Virus Corona Serang Industri Perfilman Korea Selatan dan Italia"

[Gambas:Video 20detik]

Selanjutnya
Halaman
1 2