Jadi PM Interim Malaysia, Mahathir Bisa Bentuk Kabinet Baru

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 25 Feb 2020 13:57 WIB
In this May 9, 2019, photo, Malaysian Prime Minister Mahathir Mohamad, speaks during a press conference in Putrajaya, Malaysia. Malaysian Prime Minister Mahathir has tendered his resignation to the king, his office reported Monday. (AP Photo/Vincent Thian)
Mahathir Mohamad dalam foto 9 Mei 2019 (AP Photo/Vincent Thian)

Namun, Sultan Abdullah juga menunjuk Mahathir sebagai PM interim yang akan memimpin pemerintah Malaysia hingga PM baru ditunjuk dan kabinet yang baru terbentuk. Sesuai pasal 43 ayat 2a Konstitusi Federal Malaysia, Raja Malaysia berwenang menunjuk Perdana Menteri dari anggota Dewan Rakyat, yang menurut penilaiannya, mampu untuk memimpin kepercayaan mayoritas. Saat ini diketahui ada 222 anggota parlemen yang duduk di Dewan Rakyat Malaysia.

Seorang sumber sempat menuturkan kepada Malaysiakini bahwa Raja Malaysia memiliki waktu 10 hari untuk memutuskan koalisi mana yang memiliki dukungan mayoritas Dewan Rakyat untuk membentuk pemerintahan baru.

Diketahui bahwa dengan dengan diterimanya pengunduran diri Mahathir oleh Raja Malaysia, maka seluruh anggota pemerintahan Pakatan Harapan, termasuk Wakil PM Malaysia Wan Azizah Wan Ismail secara resmi diberhentikan sejak Senin (24/2) waktu setempat. Hal ini sesuai dengan pasal 43 ayat 5 Konstitusi Federal Malaysia.

Halaman

(nvc/ita)