Aniaya PRT Indonesia, Eks Polwan di Singapura Dihukum Penjara

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 17:38 WIB
Ilustrasi pengeroyokan, ilustrasi penganiayaan, audrey
Ilustrasi (detikcom/Fuad Hashim)
Singapura -

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia menjadi korban penganiayaan oleh majikannya, seorang mantan polisi wanita (polwan) di Singapura. Oleh si majikan, PRT ini dipanggil dengan kata-kata kasar dan dilempari barang-barang.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (18/2/2020), majikan bernama Nazriah Md Isa (41) ini dinyatakan bersalah atas dakwaan secara sengaja menyebabkan luka-luka pada korban yang diidentifikasi sebagai seorang wanita Indonesia (WNI) berusia 36 tahun.

Pengadilan Singapura menjatuhkan vonis dua minggu penjara terhadap Nazriah pada Selasa (18/2) waktu setempat. Nazriah juga diperintahkan oleh pengadilan untuk membayar kompensasi sebesar SG$ 1.160 (Rp 11,2 juta) kepada korban.

Diungkapkan di persidangan bahwa Nazriah masih menjadi polisi aktif dengan pangkat Sersan saat tindak penganiayaan terjadi tahun 2018 lalu. Nazriah mempekerjakan korban sebagai PRT dengan gaji SG$ 580 (Rp 5,6 juta) per bulan, sejak Agustus 2018.

Selama korban bekerja untuknya, Nazriah kerap melampiaskan kemarahannya. Dia berteriak kepada korban dan memanggilnya dengan sebutan kasar, seperti 'babi', 'pelacur', 'musibah' dan 'haram'. Dokumen pengadilan juga menyebut Nazriah melontarkan hinaan terhadap korban dengan memintanya menjadi pelacur.

Dalam sidang, jaksa penuntut Kathy Chu menyebut korban merasa malu dan stres dengan hinaan dari Nazriah.

Selanjutnya
Halaman
1 2