Hong Kong Akan Adili 2 Orang yang Langgar Karantina Wajib Saat Wabah Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 18 Feb 2020 12:28 WIB
Otoritas Hong Kong evakuasi penghuni apartemen di pinggiran kota itu. Evakuasi dilakukan usai ada penghuni apartemen yang alami gejala terinfeksi virus corona.
Aparat Hong Kong yang memakai masker dan pakaian pelindung sedang berjaga di dekat apartemen yang penghuninya dievakuasi akibat wabah virus corona beberapa waktu lalu (AP Photo/Kin Cheung)
Hong Kong -

Otoritas Hong Kong akan mengadili dua orang yang diduga melanggar perintah karantina wajib di tengah wabah virus corona. Keduanya terancam hukuman denda dan hukuman penjara.

Seperti dilansir CNN, Selasa (18/2/2020), Departemen Kesehatan Hong Kong menyebutkan bahwa perintah karantina wajib dimulai sejak 8 Februari lalu.

Namun empat warga Hong Kong yang seharusnya ada di bawah karantina, diketahui berusaha meninggalkan wilayah Hong Kong. Tindakan keempat orang ini melanggar perintah karantina wajib.

Usai dilakukan penyelidikan, Departemen Kesehatan merilis surat pemanggilan untuk dua orang yang terlibat pelanggaran itu. Dua orang lainnya masih dalam penyelidikan. Identitas orang-orang yang terlibat pelanggaran ini tidak disebutkan lebih lanjut.

Diketahui bahwa menurut aturan karantina, semua orang yang baru berpergian ke wilayah China daratan dalam kurun waktu 14 hari saat tiba di Hong Kong, diwajibkan untuk menjalani karantina selama 14 hari.

Jika terbukti melakukan pelanggaran terhadap karantina wajib itu, dua warga Hong Kong itu bisa terancam hukuman denda, masing-masing, maksimum US$ 3.220 (Rp 43,4 juta) dan hukuman penjara hingga enam bulan penjara.

Sejauh ini, otoritas Hong Kong telah mengonfirmasi 58 kasus virus corona di wilayahnya, dengan satu orang meninggal dunia.

(nvc/ita)