Myanmar Tangkap 48 Warga Rohingya yang Kabur dari Kamp Pengungsian

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 18:27 WIB
FILE - In this Sept. 1, 2017, file photo, members of Myanmars Rohingya ethnic minority walk past rice fields after crossing the border into Bangladesh near Coxs Bazars Teknaf area. An overcrowded boat carrying about 125 Rohingya refugees from Bangladeshi camps sank early Tuesday, Feb, 11, 2020, in the Bay of Bengal, leaving at least 16 dead, Bangladeshi officials said Tuesday. More than 700,000 Rohingya Muslims fled to Bangladesh from neighboring Myanmar to flee a harsh crackdown by Myanmars military since August 2017. (AP Photo/Bernat Armangue, File)
Pengungsi Rohingya berupaya melintasi perbatasan untuk kabur ke Bangladesh (AP Photo/Bernat Armangue, File)
Naypyitaw -

Sedikitnya 48 warga minoritas muslim Rohingya ditangkap di lautan oleh Angkatan Laut Myanmar. Mereka ditangkap setelah diduga melarikan diri dari kamp pengungsian di Bangladesh atau dari wilayah Rakhine, Myanmar.

Seperti dilansir AFP, Jumat (14/2/2020), tidak diketahui pasti dari mana rombongan warga Rohingya ini mengawali pelayaran mereka. Namun diduga, mereka hendak melakukan perjalanan ke Malaysia atau Indonesia.

Seorang pejabat desa setempat, Myint Thein, menuturkan kepada AFP via telepon bahwa Angkatan Laut Myanmar mengamankan 48 warga Rohingya, termasuk anak-anak dan wanita, di lautan pada Rabu (12/2) malam waktu setempat. Terdapat juga lima orang yang diyakini sebagai 'penyelundup' di kapal yang dinaiki warga Rohingya tersebut.

Seorang reporter AFP melaporkan kedatangan rombongan warga Rohingya itu di sebuah kantor polisi di kota Pathein, Myanmar, pada Jumat (14/2) pagi waktu setempat.

"Kami tidak tahu bagaimana otoritas di kota Pathein akan memproses mereka," ucap Myint Thein.

Kelompok warga Rohingya yang ditangkap ini menambah panjang rentetan penangkapan oleh Myanmar dalam beberapa bulan terakhir.

Beberapa tahun terakhir, ribuan warga Rohingya nekat menempuh perjalanan penuh risiko via lautan demi melarikan diri dari kamp pengungsian di Bangladesh atau menyelamatkan diri dari penindasan di Rakhine, Myanmar.

Selanjutnya
Halaman
1 2