Bertambah Lagi, Warga AS yang Dievakuasi dari China Positif Corona

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 16:17 WIB
FILE - This Feb. 2, 2020, file photo provided by the Department of Defense shows empty lodging facilities at Joint Base San Antonio-Lackland, Texas. The Department of Defense says it is providing temporary lodging support for up to 1,000 passengers being evacuated from China to the U.S. in response to the coronavirus outbreak there. The virus outbreak that began in China and has spread to more than 20 countries is stretching already-strained public health systems in Asia and beyond, raising questions over whether everyone can get equal access to treatment.  (Todd Holly/U.S. Air Force via AP, File)
Ilustrasi -- Pangkalan Udara San Antonio di Texas yang menjadi lokasi karantina orang-orang yang dievakuasi AS dari China di tengah wabah virus corona (Todd Holly/U.S. Air Force via AP, File)

Diketahui bahwa ratusan orang, termasuk para pegawai Departemen Luar Negeri AS dan keluarga mereka, telah dievakuasi dari China secara bertahap. Setibanya di AS, mereka harus dikarantina di sejumlah pangkalan militer yang ada di wilayah California, Texas dan Nebraska.

Juru bicara Nebraska Medicine, Taylor Wilson, menyebut ada 57 orang yang dikarantina di Kamp Garda Nasional di Omaha, Nebraska, dan sejauh ini tidak ada yang menunjukkan gejala-gejala virus corona. Wilson menyatakan rumah sakit di Omaha telah disiapkan untuk merawat orang-orang yang diduga terinfeksi virus corona.

Selain di California dan Texas, belum ada laporan kasus virus corona dari lokasi karantina lainnya, seperti di Pangkalan Angkatan Udara Travis, yang terletak di antara San Francisco dan Sacramento, juga di March Air Reserve Base di California Selatan.

Sejauh ini, jumlah total kasus virus corona yang terkonfirmasi di wilayah China daratan dan sedikitnya 27 negara lainnya melampaui 64 ribu kasus. Jumlah korban tewas secara global mencapai 1.383 orang, yang terdiri dari 1.380 orang meninggal di China daratan dan masing-masing satu orang meninggal di Hong Kong, Filipina dan Jepang.

Halaman

(nvc/ita)