Tak Lagi Haram, Media Arab Saudi Beri Panduan Rayakan Hari Valentine

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 14 Feb 2020 14:25 WIB
cokelat Valentine
Ilustrasi (iStock)

"Peralatan dapur. Saya suka panci, wajan, alat pemanggang, bahkan Tupperware! Sesuatu yang bisa saya pakai di dapur. Saya cinta suami saya, bahkan dia tahu bahwa dapur adalah cinta pertama saya yang sesungguhnya!" harap seorang pembaca wanita lainnya bernama Dunia.

"Saya tidak begitu menginginkan apapun, saya lebih baik menghabiskan waktu seharian melakukan sesuatu untuk istri saya, karena dia melakukan banyak hal untuk saya setiap harinya. Tapi saya pikir makan malam yang menyenangkan adalah hal yang bisa kami nikmati berdua," tutur pembaca pria bernama Mohammed.

"Saya membawa istri saya ke Disneyland Paris. Saya berkolaborasi dengan seorang teman kerjanya untuk mendapatkan izin cuti kerja untuknya dan saudara perempuannya membantu mengemas kopernya. Dia tidak tahu sama sekali! Itu sebuah kejutan yang saya tahu akan dia sukai," tulis pembaca lain bernama Sultan menceritakan hadiah yang diberikan untuk istrinya saat Hari Valentine.

Tidak hanya itu, ada juga informasi-informasi yang diberikan soal tempat terbaik untuk makan malam romantis dengan pasangan saat Hari Valentine.

Diketahui bahwa beberapa tahun lalu, perayaan Hari Valentine seringkali dilakukan dengan diam-diam dan penuh kerahasiaan. Warga Saudi yang merayakan Hari Valentine sebelumnya khawatir jika ketahuan oleh polisi syariah.

Perubahan terjadi tahun 2018, ketika mantan Presiden Komisi Promosi Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan (CPVPV) untuk wilayah Mekkah, Sheikh Ahmed Qasim Al-Ghamdi, menetapkan Hari Valentine tidak bertentangan dengan ajaran atau doktrin Islam. CPVPV merupakan otoritas keagamaan pada pemerintah Saudi yang mengatur penerapan doktrin Islam atau hisbah. Saat itu, Sheikh Ahmed menyatakan bahwa merayakan kasih sayang merupakan hal universal dan tidak terbatas pada orang-orang non-muslim saja.

Halaman

(nvc/ita)