Rayakan Kegagalan Pemakzulannya, Trump Serang Pelosi-Romney di Pidatonya

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
Jumat, 07 Feb 2020 03:41 WIB
President Donald Trump boards Air Force One for a trip to Davos, Switzerland to attend the World Economic Forum, Monday, Jan. 20, 2020, at Andrews Air Force Base, Md. (AP Photo/ Evan Vucci)
Donald Trump (Foto: AP Photo/ Evan Vucci)
Washington DC -

Presiden Donald Trump dibebaskan dari pemakzulan oleh Senat AS. Trump pun merayakan kebebasannya itu melalui pidato emosional yang tampak mengamuk atas investigasi yang telah membayangi seluruh pemerintahannya.

Dilansir AFP, Kamis (6/2/2020), pidato itu disampaikannya di acara Doa Sarapan Pagi Nasional, sebuah tradisi tahunan bagi para presiden. Dalam pidatonya yang didampingi sejumlah legislator Republik yang setia, tim hukumnya, istrinya Melania, dia tampak menunjukkan halaman depan The Washington Post dengan tulisan, "Trump dibebaskan."

"Inilah hasil akhirnya," kata Trump yang disambut tepuk tangan meriah.

Pidato itu disampaikan Trump usai Profesor Harvard Arthur Patterson mengajak para peserta untuk 'mencintai musuhmu'. Sembari melambaikan koran dengan headline kebebasannya, Trump kemudian memulai pidatonya dengan mengatakan, "Arthur, aku tidak tahu apakah aku setuju dengan Anda."

"Seperti yang diketahui semua orang, keluarga saya, negara kita, dan presiden Anda telah mengalami cobaan berat oleh beberapa orang yang sangat tidak jujur dan korup," keluh Trump. "Mereka telah melakukan segala yang mungkin untuk menghancurkan kita, dan dengan melakukan itu, sangat menyakiti bangsa kita."

Trump mengatakan bahwa dia "telah melalui neraka" tetapi akhirnya "menang" melawan Demokrat yang "jahat". Trump kemudian tampak menyindir Ketua DPR yang memimpin pemakzulannya, Nancy Pelosi dan Mitt Romney yang menjadi satu-satunya senator dari Partai Republik yang mendukung pemakzulan Trump.

"Saya tidak suka orang yang menggunakan iman mereka sebagai pembenaran untuk melakukan apa yang mereka tahu salah," kata Trump, tampaknya menyinggung komentar Romney tentang bagaimana keyakinannya memengaruhi keputusannya untuk memilih penghapusan Trump.

"Aku juga tidak suka orang yang mengatakan, 'Aku berdoa untukmu,' ketika mereka tahu itu tidak benar," lanjut Trump, mengacu pada komentar Pelosi tentang bagaimana dia berdoa untuk presiden selama proses impeachment.

(mae/jef)