Mobil Tabrak Kerumunan Tentara Israel di Yerusalem, 14 Orang Luka-luka

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 06 Feb 2020 15:21 WIB
Israeli police officers inspect the scene of an attack in Jerusalem, early Thursday, Feb. 6, 2020. A Palestinian motorist slammed his car into a group of soldiers early on Thursday, wounding more than a dozen before fleeing the scene, Israeli police said. (AP Photo/Mahmoud Illean)
Polisi Israel sedang memeriksa lokasi insiden mobil tabrak kerumunan di Yerusalem (AP Photo/Mahmoud Illean)
Yerusalem -

Sedikitnya 14 warga Israel mengalami luka-luka usai ditabrak sebuah mobil yang disebut dikemudikan seorang warga Palestina di wilayah Yerusalem bagian tengah. Militer Israel menyebut seluruh korban luka dalam insiden itu merupakan tentara mereka.

Seperti dilansir Associated Press dan AFP, Kamis (6/2/2020), layanan medis darurat Israel, Magen David, menyatakan pihaknya 'merawat dan mengevakuasi' 14 orang ke sejumlah rumah sakit usai terjadi insiden di kawasan First Station, yang ramai dengan bar dan restoran, di Yerusalem.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara militer Israel, Letnan Kolonel Jonathan Conricus, menyebut para korban luka itu merupakan tentara Israel. Satu tentara dilaporkan mengalami luka serius dan sisanya mengalami luka ringan.

Disebutkan lebih lanjut bahwa rombongan tentara itu sedang melakukan 'tur warisan pendidikan' dengan berjalan kaki di dekat distrik hiburan populer di Yerusalem, saat tiba-tiba sebuah mobil menabrak mereka. Militer Israel menyebut mobil itu dikemudikan seorang warga Palestina.

Kepolisian Israel menyatakan pengemudi mobil itu sengaja menargetkan rombongan tentara tersebut dalam serangan mobil tabrak kerumunan ini. Usai menabrak rombongan tentara Israel, mobil itu kabur.

Juru bicara Kepolisian Israel, Micky Rosenfeld, menyebut insiden itu diselidiki sebagai 'serangan teror'. Rosenfeld menyatakan polisi dan tentara Israel sedang memburu pelaku.

Belum diketahui pasti motif di balik insiden ini. Namun insiden ini terjadi di tengah ketegangan antara Israel dan Palestina usai diumumkannya Rencana Timur Tengah yang kontroversial oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Palestina menolak rencana yang dimaksudkan untuk mengakhiri konflik antara Palestina dan Israel tersebut. Menurut otoritas Palestina, rencana yang diumumkan Trump itu jelas-jelas pro-Israel. Aksi protes pun bermunculan di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem Timur.

Simak Video "Warga Iran Kompak Turun ke Jalan Memprotes Amerika dan Israel"

[Gambas:Video 20detik]

(nvc/ita)