80 Persen Korban Tewas Virus Corona di China Berusia 60 Tahun ke Atas

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 04 Feb 2020 19:09 WIB
In this photo released by Chinas Xinhua News Agency, medical workers in protective suits help transfer the first group of patients into the newly-completed Huoshenshan temporary field hospital in Wuhan in central Chinas Hubei province. China said Tuesday the number of infections from a new virus surpassed 20,000 as medical workers and patients arrived at a new hospital and President Xi Jinping said
Petugas medis dengan pakaian pelindung menyambut pasien virus corona yang dipindahkan ke RS Huoshenshan di Wuhan (Xiao Yijiu/Xinhua via AP)
Beijing -

Otoritas China mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen korban tewas akibat virus corona merupakan warga yang berusia di atas 60 tahun. China juga menyebut tingkat kematian akibat virus corona di keseluruhan wilayahnya ada di angka 2,1 persen.

Seperti dilansir media nasional China Global Television Network (CGTN) dan CNN, Selasa (4/2/2020), Komisi Kesehatan Nasional China dalam pernyataan terbaru menyebut tingkat kematian akibat virus corona untuk wilayah Provinsi Hubei -- pusat wabah virus corona -- jauh lebih tinggi yakni sebesar 3,1 persen.

Tingkat kematian untuk kota Wuhan, yang menjadi asal virus corona, mencapai angka 4,9 persen.

Hingga Selasa (4/2) waktu setempat, total 427 orang dilaporkan tewas akibat wabah virus corona, dengan sebagian besar kematian terjadi di wilayah China daratan. Dua orang di antaranya meninggal akibat virus corona di Filipina dan Hong Kong.

Wakil Direktur Administrasi Kesehatan Negara pada Komisi Kesehatan Nasional China, Jiao Yahui, menyebut 97 persen korban tewas virus corona ada di Provinsi Hubei.

Dari 425 korban tewas di wilayah China daratan, sebut Jiao, sekitar 80 persen berusia di atas 60 tahun.

Komisi IX DPR soal Warga Natuna: Mereka Takut, Bukan Tolak WNI:

Kemudian sekitar 75 persen di antaranya, menurut Jiao, telah menderita penyakit lainnya sebelum terinfeksi virus corona. Penyakit-penyakit lainnya itu seperti penyakit kardiovaskular -- yang berhubungan dengan jantung dan pembuluh darah, kemudian penyakit cerebrovascular -- penyakit pembuluh darah di otak, dan diabetes.

Disebutkan juga oleh Jiao bahwa dua pertiga dari seluruh korban tewas di China dikonfirmasi berjenis kelamin laki-laki.

Tingginya tingkat kematian di Provinsi Hubei, menurut Jiao, disebabkan oleh banyaknya kasus virus corona yang parah dan kurangnya tempat tidur di rumah sakit untuk merawat para pasien. Mayoritas kasus virus corona yang parah terjadi pada pasien berusia lanjut atau lansia.

Ditambahkan oleh Jiao bahwa secara nasional, waktu rata-rata yang dibutuhkan seorang pasien virus corona untuk bisa sembuh sepenuhnya adalah sembilan hari. Untuk kasus di Provinsi Hubei, waktu rata-rata untuk sembuh jauh lebih lama, yakni 20 hari, karena banyaknya kasus virus corona yang lebih parah.

Sejauh ini, jumlah total kasus virus corona di wilayah China daratan terkonfirmasi mencapai 20.438 kasus.

(nvc/tor)