Tolong! China Sangat Membutuhkan Masker Medis dan Pakaian Pelindung

Rita Uli Hutapea - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 15:52 WIB
tim medis virus corona
Foto: Astroboys2019 via Bored Panda
Beijing -

Pemerintah China saat ini sangat membutuhkan peralatan medis pelindung di tengah terus meluasnya wabah virus corona, yang telah menginfeksi lebih dari 17.000 orang.

Ketakutan akan virus ini telah memicu orang-orang di negeri berpenduduk 1,4 miliar tersebut untuk menimbun masker bedah sekali pakai. Sedangkan para personel medis garis depan di pusat wabah telah melaporkan kekurangan peralatan.

"Apa yang sangat dibutuhkan China saat ini adalah masker medis, pakaian pelindung dan kacamata pengaman," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (3/2/2020).



Kementerian Luar Negeri menyatakan bahwa sejumlah negara termasuk Korea Selatan, Jepang, Kazakhstan dan Hongaria telah mendonasikan suplai medis.

Menurut Kementerian Perindustrian, dengan kapasitas penuh, pabrik-pabrik di China hanya bisa memproduksi sekitar 20 juta masker per hari.

Tian Yulong dari Kementerian Perindustrian mengatakan bahwa otoritas China mengambil langkah-langkah untuk mendatangkan masker dari Eropa, Jepang dan AS. Dikatakannya, bahwa pasokan dan permintaan di China saat ini dalam "keseimbangan ketat" karena pabrik-pabrik baru mulai kembali berproduksi setelah jeda Tahun Baru Imlek.


Dia mengatakan, pabrik-pabrik masker itu saat ini belum beroperasi pada kapasitas penuh, melainkan baru pada kapasitas antara 60 dan 70 persen.

Selain Hubei, provinsi berpenduduk lebih dari 50 juta jiwa yang menjadi pusat wabah virus corona, sejumlah provinsi lain dan kota-kota di China telah mewajibkan warganya memakai masker di tempat umum. Ini termasuk Guangdong -- provinsi paling padat penduduknya di China -- plus Sichuan, Jiangxi, Liaoning dan kota Nanjing, yang jika digabungkan berjumlah lebih dari 300 juta jiwa penduduk.

Simak Video "Dokter Eka Hospital: Pasien Benar Terinfeksi Virus, Tapi Bukan Corona"

[Gambas:Video 20detik]

(ita/ita)