10 Hari Dibangun, Ini Deretan Keistimewaan RS Pasien Corona di Wuhan

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 03 Feb 2020 15:05 WIB
An isolation unit is seen at the Huoshenshan temporary field hospital in Wuhan in central Chinas Hubei Province, Sunday, Feb. 2, 2020. The Philippines on Sunday reported the first death from a new virus outside of China, where authorities delayed the opening of schools in the worst-hit province and tightened quarantine measures in a city that allow only one family member to venture out to buy supplies. (Chinatopix via AP)
Unit karantina di dalam RS Huoshenshan yang dibangun kilat dalam waktu 10 hari untuk pasien virus corona (Chinatopix via AP)

Huang menyebut para insinyur dibawa dari berbagai wilayah China demi menyelesaikan proyek RS Huoshenhan tepat waktu. "Pengerjaan teknik adalah keahlian China. Negara itu memiliki catatan membangun gedung pencakar langit secara cepat. Ini sangat sulit untuk dibayangkan orang-orang Barat. Itu bisa dilakukan," imbuhnya.

RS Huoshenshan dirancang desainnya dan mulai dibangun pada 23 Januari lalu. Pembangunannya dinyatakan telah selesai pada Minggu (2/2) waktu setempat. Laporan Associated Press yang mengutip media nasional China, menyebut pasien pertama tiba di RS Huoshenshan pada Senin (3/2) pagi, sekitar pukul 10.00 waktu setempat.

Menurut laporan media lokal, Economic Daily, proyek pembangunan RS Huoshenshan melibatkan 700 personel managerial dan 4 ribu pekerja konstruksi.

Xinhua News Agency yang dikutip Associated Press menyebut pembangunan ini melibatkan 7 ribu personel, yang terdiri atas tukang kayu, tukang ledeng, tukang listrik dan spesialis-spesialis lainnya.

RS Huoshenshan ini memiliki luas bangunan 60 ribu meter persegi dan terdiri atas dua lantai. Menurut surat kabar pemerintah, Yangtze Daily, sekitar separuh dari bangunan itu merupakan kamar karantina untuk pasien virus corona. Disebutkan juga bahwa ada sedikitnya 30 ruang perawatan intensif (ICU) di RS darurat ini.

RS yang baru selesai dibangun ini memiliki sejumlah keistimewaan. Salah satunya, RS Huoshenshan memiliki sistem ventilasi khusus dan lemari kabinet dua sisi, yang menghubungkan kamar pasien dengan lorong dan memampukan staf-staf RS untuk mengantarkan pasokan tanpa perlu memasuki kamar-kamar pasien.

Dilaporkan Yangtze Daily, para dokter bisa berbicara dengan para ahli di luar melalui sistem video yang menghubungkan mereka ke Rumah Sakit Umum PLA (militer China) di Beijing. Menurut media Yangtze Daily, sistem video tersebut dipasang hanya dalam waktu kurang dari 12 jam oleh sebuah "tim komando" beranggotakan 20 orang dari perusahaan Wuhan Telecom Ltd.

Tidak hanya itu, menurut surat kabar lokal Shanghai, The Paper, RS Huoshenshan juga menerima donasi 'robot-robot medis' dari sebuah perusahaan China. Robot-robot medis itu bisa digunakan untuk mengantarkan obat dan membawa sampel.


(nvc/ita)