Round-Up

Trump Pilih Lewatkan Sidang Pemakzulan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 22:10 WIB
Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo/Manuel Balce Ceneta)
Washington DC - Proses sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump segera digelar. Namun Trump malah terbang ke Swiss.

Seperti dilansir Associated Press, Selasa (21/1/2020), Trump ke Swiss lantaran harus menghadiri Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, yang dihadiri pemimpin puluhan negara serta para pengusaha dunia. Trump diperkirakan tidak bisa akan menonton sidang pemakzulan dirinya via televisi di Gedung Putih, seperti yang selalu dilakukannya jika ada peristiwa penting berlangsung di Kongres AS.

Pemakzulan Trump itu dimulai dengan proses di House of Representatives atau DPR-nya AS. Voting terkait pemakzulan Trump di DPR AS telah digelar pada Rabu (18/12/2019) waktu setempat. Hasilnya menunjukkan mayoritas anggota DPR AS yang didominasi Partai Demokrat setuju untuk memakzulkan Trump.

Voting pemakzulan oleh DPR AS ini digelar setelah melewati perdebatan panjang antara Demokrat dan Republik yang menaungi Trump. "Hari ini, kita di sini untuk membela demokrasi bagi rakyat," tegas Ketua DPR AS, Nancy Pelosi.

Pemungutan suara dalam proses pemakzulan di DPR AS ini digelar dua kali. Voting pertama dilakukan terhadap dakwaan 'tindak kejahatan dan pelanggaran hukum tinggi' dengan menyalahgunakan kekuasaannya untuk menekan Ukraina agar mengumumkan penyelidikan yang mendiskreditkan rival politiknya.

Dari total 435 anggota DPR AS yang mengikuti voting, 230 suara menyetujui dakwaan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Trump. Sekitar 197 suara lainnya menolak dakwaan tersebut. Satu anggota DPR AS dari Partai Demokrat, Tulsi Gabbard, memilih abstain.




Voting kedua dilakukan untuk dakwaan menghalangi Kongres AS menyelidiki upaya menekan Ukraina untuk menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden, rival politik Trump yang berpotensi jadi penantangnya dalam pilpres 2020 mendatang. Voting untuk dakwaan menghalangi Kongres juga dimuluskan oleh DPR AS, dengan perolehan 229 suara mendukung dan 198 suara menolak.

Namun, proses pemakzulan Trump belum selesai sampai di situ. Dua dakwaan pemakzulan ini akan diteruskan kepada Senat AS untuk disidangkan. Pemakzulan Trump secara penuh harus dilakukan dengan sedikitnya dua pertiga suara dukungan di Senat AS. Senat AS sendiri didominasi Republik yang merupakan pendukung Trump.

Senat AS sendiri sempat dilanda kebuntuan soal proses sidang pemakzulan Trump. Perdebatan berlangsung soal pemanggilan sejumlah pejabat Gedung Putih untuk dijadikan saksi dalam sidang pemakzulan itu.

Para politikus top Partai Demokrat juga sempat berupaya membujuk sejumlah politikus Partai Republik yang dianggap bisa membantu memecahkan kebuntuan tersebut. Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Sabtu (4/1/2020), usai masa reses selama dua pekan, masih belum ada kejelasan soal waktu pelaksanaan sidang pemakzulan Trump.

Meski sempat mengalami kebuntuan, proses pemakzulan Trump kini mulai melangkah maju. Dua pasal pemakzulan Trump telah diserahkan oleh DPR AS kepada Senat. Sidang pemakzulan Trump di Senat pun akan digelar perdana mulai Selasa (21/1) mendatang.

Selanjutnya
Halaman
1 2