Jelang Sidang, Pengacara Sebut Pemakzulan Trump Menyimpang dari Konstitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 14:04 WIB
Donald Trump (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)

Dalam tanggapannya, DPR AS juga mengajukan trial brief yang disusun oleh manajer pemakzulan Trump yang beranggotakan para anggota DPR AS yang akan bertindak sebagai jaksa dalam sidang pemakzulan ini. Argumen manajer pemakzulan menyebut Trump telah terlibat dalam 'perilaku korupsi... untuk berbuat curang dalam pemilu mendatang'. Manajer pemakzulan juga menyerukan agar Senat AS mencopot Trump dari jabatannya sebagai Presiden AS 'mengikuti persidangan yang adil'.

Dalam argumennya, manajer pemakzulan -- yang semuanya politikus Demokrat -- menuduh Trump memanfaatkan 'kekuasaan presiden untuk menekan mitra asing yang rentan untuk mencampuri pemilu demi keuntungannya sendiri'.

"Dengan melakukan itu, dia (Trump-red) membahayakan keamanan nasional kita dan pemerintahan kita yang demokratis," demikian bunyi argumen manajer pemakzulan Trump. "Dia kemudian memanfaatkan kekuasaannya sebagai presiden untuk merancang aksi menutup-nutupi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah republik kita," imbuh argumen itu.

Dua pasal pemakzulan yang dijeratkan kepada Trump terkait dengan aksi Trump yang secara diam-diam menahan bantuan militer untuk Ukraina demi menekan pemerintah Ukraina menyelidiki mantan Wakil Presiden AS Joe Biden yang berpotensi menjadi penantang Trump dalam pilpres 2020.


Pihak Trump menyebut sang presiden memiliki alasan yang sah dan wewenang konstitusional untuk menuntut agar Ukraina memberantas korupsi. Hal yang sama ditegaskan Trump saat mengakui dirinya membahas hal tersebut dalam percakapan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, tahun lalu.

Tim pengacara Trump juga berargumen bahwa Senat AS tidak bisa mencopot Trump dari jabatannya meskipun seluruh dakwaan yang dijeratkan terbukti. Menanggapi argumen itu, tim manajer pemakzulan menjawab: "Itu adalah pernyataan menakutkan. Itu juga salah besar."

Sidang pemakzulan Trump yang bersejarah akan digelar pada Selasa (21/1) pukul 13.00 waktu AS atau pada Rabu (22/1) dini hari, sekitar pukul 01.00 WIB. Sidang akan diawali dengan perdebatan soal aturan yang akan berlaku sepanjang persidangan. Ketua Mahkamah Agung AS, John Roberts, akan memimpin dan memantau jalannya perdebatan. Seluruh Senator AS akan hadir dan bertindak sebagai juri dalam persidangan ini.

Trump sebelumnya menyangkal dakwaan pemakzulan yang dijeratkan terhadapnya. Dia menuduh para politikus Demokrat ingin melengserkannya karena mereka tahu dirinya akan menang dalam pilpres November mendatang. Trump akan terpaksa mundur dari jabatannya jika dinyatakan bersalah, namun Senat AS yang dikuasai Partai Republik diperkirakan akan membebaskan Trump dari seluruh dakwaan.
Halaman

(nvc/hri)