Jelang Sidang, Pengacara Sebut Pemakzulan Trump Menyimpang dari Konstitusi

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 21 Jan 2020 14:04 WIB
Donald Trump (AP Photo/Manuel Balce Ceneta)
Washington DC - Sidang pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mulai digelar pada Selasa (21/1) siang waktu AS. Tim pengacara Trump mengajukan argumen terbaru yang isinya menyebut pemakzulan Trump sebagai 'penyimpangan berbahaya' terhadap Konstitusi AS.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Selasa (21/1/2020), dalam trial brief -- dokumen yang menjabarkan fakta, bukti dan argumen hukum sebelum sidang -- dari pihak Trump yang diajukan pada Senin (20/1) waktu setempat, tim pengacara menuntut Senat AS untuk segera membebaskan Trump dari dakwaan.

Dalam dokumen trial brief setebal 171 halaman itu, tim pengacara Trump yang beranggotakan 12 orang menantang pemakzulan Trump oleh House of Representatives (HOR) atau DPR AS. Tim pengacara Trump menyebut dua pasal pemakzulan -- menyalahgunakan kekuasaan dan menghalangi Kongres AS -- yang dijeratkan pada Trump merupakan produk dari 'proses sarat kecurangan' dan 'sangat kurang secara konstitusional' karena tidak melibatkan pelanggaran terhadap hukum yang ada.


Disebutkan dalam dokumen itu bahwa Trump 'tidak melakukan kesalahan apapun' dan mendorong Senat AS untuk segera menolak kasus 'yang cacat' terhadapnya.

"Ini (pasal pemakzulan) merupakan produk dari proses yang belum pernah terjadi sebelumnya dan proses yang inkonstitusional yang menyangkal hak dasar presiden," demikian bunyi argumen tim pengacara Trump dalam trial brief tersebut.

"Semua ini adalah penyimpangan berbahaya dari Konstitusi yang harus dikecam dengan segera dan secara terang-terangan oleh Senat," imbuh argumen tim pengacara Trump.

"Pasal-pasal ini harus ditolak dan presiden harus dibebaskan segera," cetus tim pengacara Trump dalam argumennya.



Simak Juga "Trump Jadikan Kematian Soleimani Bahan Kampanye di Pilpres 2020"

[Gambas:Video 20detik]


Selanjutnya
Halaman
1 2