Warga Iran Nilai Khamenei Tak Anggap Penting Korban Tragedi Pesawat Ukraina

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 17:41 WIB
Ayatollah Ali Khamenei saat memberikan ceramah saat salat Jumat di Teheran pada Jumat (17/1) waktu setempat (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Teheran - Sejumlah warga Iran memberikan reaksi keras terhadap pernyataan pemimpin tertinggi mereka, Ayatollah Ali Khamenei, soal insiden salah tembak pesawat maskapai Ukraina. Khamenei juga dianggap meremehkan unjuk rasa yang digelar ratusan warga Iran untuk memprotes insiden tersebut.

"Dia (Khamenei-red) bahkan tidak berusaha menenangkan rakyat dan sungguh mengabaikan demonstran," sebut salah satu aktivis Iran yang enggan disebut namanya, seperti dilansir AFP, Sabtu (18/1/2020).

Unjuk rasa terbaru digelar di Teheran setelah pemerintah dan militer Iran mengakui telah secara tidak sengaja menembak pesawat maskapai Ukraina pada 8 Januari lalu. Total 176 penumpang dan awak, yang sebagian besar warga Iran, tewas dalam insiden itu.

Pengakuan militer Iran disampaikan setelah tiga hari menyangkal berbagai tuduhan dan indikasi dari negara-negara Barat. Sebagian rakyat Iran merasa marah pada cara pemerintah dan militer menangani insiden tersebut.


Dalam ceramah saat memimpin salat Jumat di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran pada Jumat (17/1) waktu setempat, Khamenei menyebut jatuhnya pesawat maskapai Ukraina itu sebagai 'kecelakaan pahit'.

Namun dia juga menyatakan bahwa tragedi itu tidak seharusnya membayangi 'pengorbanan' Komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone Amerika Serikat (AS) di Irak pada 3 Januari lalu.

"Dia (Khamenei-red) secara terang-terangan menyatakan Qasem Soleimani jauh lebih penting daripada para penumpang pesawat Ukraina," sebut aktivis Iran yang dihubungi AFP via telepon tersebut.

Untuk membalas kematian Soleimani, pekan lalu Iran melancarkan serentetan serangan rudal terhadap markas pasukan AS di Irak. Namun beberapa jam setelahnya, Iran malah menembak jatuh pesawat penumpang jenis Boeing 737-800 tersebut.



Tutup Telinga, Iran Tetap Gaspol Program Nuklir:


Selanjutnya
Halaman
1 2