Khamenei Sebut Trump 'Badut' dan Berpura-pura Dukung Demonstran Iran

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 18 Jan 2020 10:55 WIB
Ayatollah Ali Khamenei saat memberikan ceramah saat salat Jumat di Teheran pada Jumat (17/1) waktu setempat (Office of the Iranian Supreme Leader via AP)
Teheran - Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengecam dukungan yang disampaikan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk warga Iran yang berunjuk rasa menentang pemerintah beberapa hari lalu. Khamenei menuduh Trump hanya berpura-pura mendukung demonstran Iran.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Sabtu (18/1/2020), Khamenei memimpin salat Jumat dan memberikan ceramah di Masjid Agung Imam Khomeini di Teheran pada Jumat (17/1) waktu setempat. Ini menjadi momen langka bagi Khamenei yang terakhir kali memimpin salat Jumat tahun 2012 lalu, atau sekitar delapan tahun lalu.

Dalam ceramahnya, Khamenei menyinggung soal banyak hal termasuk soal dukungan yang disampaikan Trump bagi warga Iran yang memprotes insiden salah tembak pesawat maskapai Ukraina beberapa waktu lalu. Trump menyampaikan dukungan itu secara terang-terangan via Twitter, bahkan dengan menggunakan bahasa Farsi.

"Ratusan orang yang menghina foto Jenderal (Qasem) Soleimani, apakah mereka rakyat Iran, atau kerumunan satu juta orang di jalanan?" sebut Khamenei.


Dia membandingkan demonstran di Teheran yang memprotes pemerintah Iran dan dirinya beberapa hari lalu, dengan kehadiran satu juta warga Iran yang turun ke jalanan untuk melayat pemakaman Komandan Pasukan Quds, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, yang tewas dalam serangan drone AS di Irak pada 3 Januari lalu.

"Mereka yang tertipu pernah berteriak 'No Gaza, No Lebanon', tidak hanya mereka tidak pernah memberikan nyawa untuk Iran, tapi juga tidak mengorbankan kepentingan mereka untuk negara," imbuhnya.

"Juru bicara pemerintahan Amerika yang kejam berulang kali mengatakan bahwa 'kami berdiri bersama rakyat Iran'. Anda berbohong," tegasnya.

"Jika Anda Anda berdiri bersama rakyat Iran itu karena Anda ingin menancapkan belati beracun ke punggung bangsa Iran. Tentu saja Anda belum bisa melakukannya sejauh ini, dan Anda tidak akan bisa melakukan hal itu," ujar Khamenei.
Selanjutnya
Halaman
1 2