Round-Up

Kanada Terus Kejar Iran Soal Penembakan Salah Sasaran

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 21:42 WIB
Foto: AP Photo
Jakarta - Peristiwa salah tembak pesawat sipil Ukraina membuat Iran terus dipojokkan oleh Kanada. Tembakan yang dilepaskan militer Iran membuat 176 penumpang dan kru pesawat tewas, dan 57 korban di antaranya warga Kanada.

"Di balik tragedi mengerikan seperti ini, ada banyak pertanyaan. Keluarga-keluarga (korban) menginginkan jawaban, komunitas internasional menginginkan jawaban, dunia menunggu jawabannya dan kami tidak akan diam hingga kami mendapatkan jawaban," tegas Menteri Luar Negeri Kanada, Francois-Philippe Champagne, dalam pernyataannya, Seperti dilansir AFP, Jumat (17/1/2020).

Dalam peristiwa ini, Iran sempat menolak kecurigaan bahwa pesawat tersebut jatuh karena tertembak. Namun akhirnya militer Iran mengakui kesalahan dan menjelaskan pihaknya tak sengaja menembak.


Iran menjelaskan saat itu kondisi sedang siaga tinggi usai serangan rudalnya ke pangkalan militer di Irak yang menjadi markas pasukan AS. Serangan rudal Irak tersebut sebagai pembalasan atas tewasnya Komandan Pasukan Quds Iran, Mayor Jenderal Qasem Soleimani, akibat serangan Amerika Serikat (AS).

Kembali ke Champagne, desakannya terhadap Iran disampaikan setelah mengikuti pembicaraan dengan para Menlu dari negara-negara yang warganya menjadi korban insiden tersebut. Diketahui bahwa para korban tewas dalam insiden tragis yang terjadi 8 Januari itu berasal dari tujuh negara, yakni Iran, Kanada, Swedia, Afghanistan, Ukraina, Inggris dan Jerman.

Menyikapi insiden ini, para menteri luar negeri (menlu) dari lima negara di antaranya menggelar pertemuan di Inggris, pada Kamis (16/1) kemarin. Mereka kemudian merilis lima poin kerja sama dengan Iran.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3