FBI Tangkap 3 Ekstremis Kulit Putih Rencanakan Kekerasan pada Minoritas

Novi Christiastuti - detikNews
Jumat, 17 Jan 2020 16:21 WIB
Ilustrasi (REUTERS/Dario Pignatelli)
Maryland - Biro Investigasi Federal (FBI) menangkap tiga tersangka yang merupakan anggota kelompok ekstremis kulit putih di Amerika Serikat (AS). Ketiga tersangka kedapatan menimbun amunisi dan merakit senjata otomatis secara ilegal menjelang aksi demo menentang pembatasan senjata api di Virginia, AS.

Seperti dilansir AFP dan Associated Press, Jumat (17/1/2020), tiga tersangka yang ditangkap FBI ini terdiri atas dua warga AS bernama Brian Lemley (33) dan William Bilbrough (19), serta satu warga Kanada bernama Patrik Jordan Mathews (27).

Jaksa-jaksa federal di Greenbelt, Maryland mengumumkan pada Kamis (16/1) waktu setempat, bahwa ketiga tersangka didakwa atas pelanggaran aturan kepemilikan senjata api. Disebutkan dalam dakwaan bahwa ketiga tersangka kedapatan merakit senjata otomatis ilegal dan memesan lebih dari 1.500 butir amunisi. Ketiganya juga dituduh mengangkut senjata api dan amunisi dengan niat melakukan kejahatan.


Lemley dan Bilbrough juga dijerat dakwaan terkait mengangkut dan menyembunyikan seorang warga negara asing -- merujuk pada Mathews -- secara ilegal. Menurut FBI, Mathews masuk ke wilayah AS secara ilegal dan bertemu Lemley dan Bilbrough di Minnesota, yang kemudian membawanya ke Maryland.

Mathews yang seorang teknisi tempur pada pasukan cadangan militer Kanada ini, terlatih soal peledak. Dia dilaporkan hilang di Kanada sejak Agustus 2019 setelah dinonaktifkan dari tugas militernya terkait aktivitas neo-Nazi.

Disebutkan oleh jaksa-jaksa federal AS bahwa ketiga tersangka merupakan anggota 'The Base' yang digambarkan sebagai jaringan internasional dari para nasionalis kulit putih yang memiliki kamp pelatihan paramiliter.

Ketiga tersangka, menurut FBI, membahas soal perakitan bom secara online dan berencana untuk 'melakukan aksi kekerasan terhadap komunitas minoritas'.
Selanjutnya
Halaman
1 2