Militer Tembak Pesawat Ukraina, Demonstran Iran Tuntut Para Pemimpin Mundur

Novi Christiastuti - detikNews
Senin, 13 Jan 2020 14:50 WIB
Personel Kepolisian Iran dikerahkan di beberapa wilayah untuk mengawal para demonstran (Mona Hoobehfekr/ISNA via AP)
Teheran - Warga Iran masih menggelar unjuk rasa memprotes pemerintah terkait insiden jatuhnya sebuah pesawat maskapai Ukraina karena ditembak rudal Iran. Muncul seruan agar para pemimpin Iran mengundurkan diri usai terungkap ada penyangkalan selama beberapa hari sebelum Iran akhirnya mengakui kesalahannya.

Seperti dilansir Reuters dan Channel News Asia, Senin (13/1/2020), unjuk rasa pecah sejak Sabtu (11/1) usai militer Iran mengakui tidak sengaja menembak pesawat Ukraine International Airlines yang membawa 176 penumpang dan awak. Unjuk rasa itu berlanjut hingga Minggu (12/1) waktu setempat.

"Mereka berbohong bahwa musuh kita adalah Amerika, musuh kita ada di sini," teriak sekelompok demonstran Iran yang berkumpul di luar sebuah universitas di Teheran, menurut sebuah video yang diposting ke Twitter.


Postingan media sosial menunjukkan para demonstran Iran juga berkumpul di luar sebuah universitas lainnya dan sekelompok demonstran bergerak ke Alun-alun Azadi. Sejumlah video lainnya juga menunjukkan demonstran menggelar aksi di beberapa kota Iran lainnya.

Beberapa media lokal yang terafiliasi pemerintah Iran melaporkan unjuk rasa itu. Aksi protes pada Sabtu (11/1) waktu setempat diwarnai tembakan gas air mata terhadap ribuan demonstran di Teheran. Banyak demonstran meneriakkan 'Matilah diktator' yang ditujukan bagi pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Dalam unjuk rasa pada Minggu (12/1) waktu setempat, sejumlah warga Teheran menuturkan kepada Reuters bahwa polisi kalah jumlah dari demonstran. Sejumlah demonstran di Alun-alun Azadi bahkan menyerukan kepada personel kepolisian untuk bergabung dengan mereka dalam aksi protes.
Selanjutnya
Halaman
1 2