Round-Up

Jurus AS Gencet Iran: Rudal Dulu, Sanksi Ekonomi Kemudian

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 21:58 WIB
Presiden Donald Trump (AP Photo)
Washington DC - Amerika Serikat (AS) berencana menggencet Iran dengan memberi sanksi ekonomi baru. Jurus ini diambil setelah Iran melancarkan serangan rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak.

"Saat kita terus mengevaluasi opsi-opsi dalam merespons agresi Iran, Amerika Serikat akan segera memberlakukan sanksi ekonomi tambahan terhadap rezim Iran," ujar Presiden AS Donald Trump saat menyampaikan pidato nasional dari Gedung Putih pada Rabu (8/1) malam, seperti dilansir Associated Press, Kamis (9/1/2020).

"Sanksi-sanksi yang kuat ini akan tetap berlaku hingga Iran mengubah perilakunya," tegasnya.
Namun Trump tidak menjelaskan lebih detail soal sanksi ekonomi yang dimaksudnya. Pernyataan Trump pun memicu publik bertanya-tanya soal sanksi tersisa untuk Iran.

Pangkalan Militer Ain al-Asad di Irak yang diserang IranPangkalan Militer Ain al-Asad di Irak yang diserang Iran (Planet Labs)

Pemerintah AS sendiri sudah memberlakukan seluruh sanksi yang sempat dicabut di bawah kesepakatan nuklir tahun 2015. Namun, bisa saja AS meningkatkan sanksi dan level 'kampanye tekanan maksimum' terhadap Iran.

Departemen Perdagangan, Departemen Luar Negeri, dan Departemen Keuangan AS pun tidak mengungkap rencana sanksi yang akan dijatuhkan kepada Iran. Ketiga lembaga ini terlibat dalam pemberlakuan sanksi.


selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2